Angka Pengangguran Generasi Z di China Tembus Level 16,9 Persen

13 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Tingkat pengangguran anak muda di China kembali meningkat pada Maret 2026 menembus 16,9 persen setelah sempat turun selama enam bulan berturut-turut.

Kenaikan ini terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang sebenarnya lebih kuat dari perkiraan.

Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan tingkat pengangguran usia 16-24 tahun (di luar pelajar) naik dari 16,1 persen pada Februari menjadi 16,9 persen pada Maret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini mencerminkan masih sulitnya pasar kerja bagi kelompok usia muda, terutama mereka yang minim pengalaman kerja.

Tekanan deflasi serta ketidakpastian eksternal disebut turut membebani pasar tenaga kerja, membuat peluang kerja semakin terbatas. Banyak lulusan muda memilih melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana untuk meningkatkan daya saing atau menunda masuk ke dunia kerja.

Sebagian lainnya mencoba peruntungan di sektor pemerintahan yang dikenal dengan istilah 'iron rice bowl' karena menawarkan stabilitas pekerjaan.

[Gambas:Youtube]

Namun, setelah siklus ujian pegawai negeri berakhir, banyak peserta yang tidak lolos kembali masuk ke pasar kerja yang sudah ketat.

Salah satunya dialami Bai Xi, lulusan keuangan dan manajemen dari Provinsi Hebei, yang baru mulai mencari pekerjaan setelah beberapa bulan bekerja paruh waktu sambil mengikuti ujian pegawai negeri tingkat lokal. Ia mengaku berulang kali gagal memenuhi nilai minimum yang disyaratkan.

"Saya sudah tidak punya tenaga lagi untuk sepenuhnya fokus mempersiapkan ujian pegawai negeri. Mengulang lagi rasanya hanya membuang waktu," ujarnya, melansir SCMP.

Persaingan dalam ujian tersebut memang sangat ketat. Lebih dari 3,7 juta orang mengikuti ujian pegawai negeri nasional pada Desember lalu dengan rata-rata 98 pelamar memperebutkan satu posisi.

Kini, Bai mencoba mencari pekerjaan di bidang akuntansi atau audit di Beijing. Ia mengaku telah menghubungi lebih dari 1.000 perekrut melalui platform pencarian kerja, namun baru mendapatkan panggilan wawancara dari delapan perusahaan.

Tekanan di pasar kerja diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Sekitar 12,7 juta mahasiswa diproyeksikan lulus pada musim panas tahun ini, naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Saya khawatir persaingan akan semakin ketat. Tapi tidak ada pilihan lain. Kalau belum berhasil, saya akan mencari pekerjaan di bidang lain dulu," ujar Bai.

Selain kelompok usia muda, tingkat pengangguran usia 25-29 tahun juga mengalami kenaikan menjadi 7,7 persen pada Maret, dari sebelumnya 7,2 persen pada Februari.

Secara keseluruhan, tingkat pengangguran perkotaan di China juga naik tipis menjadi 5,4 persen pada Maret, dibandingkan 5,3 persen pada bulan sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan pemulihan ekonomi belum sepenuhnya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki pasar tenaga kerja.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi