Bank Mega Syariah Raup Laba Rp79,9 M Kuartal I 2026

14 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Mega Syariah mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan profitabilitas yang solid pada kuartal I 2026. Hal itu didorong oleh penguatan bisnis dan efisiensi biaya dana.

Hingga Maret 2026, perseroan membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp79,97 miliar atau meningkat lebih dari 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar, naik lebih dari 20 persen secara tahunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari sisi penyaluran dana, total pembiayaan yang disalurkan Bank Mega Syariah tercatat lebih dari Rp9,26 triliun atau tumbuh sekitar 7,2 persen dari posisi akhir 2025, sebesar Rp8,64 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun menembus Rp10 triliun.

Perseroan juga mencatat peningkatan pada pendapatan berbasis pembiayaan. Pendapatan dari piutang naik menjadi lebih dari Rp118 miliar atau tumbuh sekitar 40,9 persen, sedangkan pendapatan bagi hasil meningkat sekitar 4,7 persen menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan capaian tersebut merupakan hasil strategi perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

"Kami terus mengoptimalkan strategi bisnis dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pembiayaan dan pengelolaan biaya dana. Di saat yang sama, kami juga memperkuat layanan kepada nasabah melalui inovasi produk dan sinergi ekosistem," ujar Hanie dalam keterangan resmi.

Dari sisi pendanaan, Bank Mega Syariah terus mengoptimalkan struktur dana guna menjaga efisiensi biaya. Hal ini tercermin dari peningkatan Net Imbalan (NI) menjadi 5,85 persen dari sebelumnya 4,04 persen.

Efisiensi operasional juga membaik, terlihat dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun menjadi 76,90 persen dari sebelumnya 85,08 persen.

Hal itu juga ditopang oleh permodalan bank yang tetap kuat dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27,63 persen.

Hanie menambahkan perseroan akan terus menjaga kualitas aset dan memperkuat manajemen risiko di tengah dinamika ekonomi.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat manajemen risiko, menjaga kualitas aset, serta mengembangkan bisnis secara selektif dan berkelanjutan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus terjaga hingga akhir tahun," ujar Hanie.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi