Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto memastikan seluruh korban luka maupun meninggal akibat kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur akan mendapatkan santunan.
Hingga pukul 08.45 WIB, Selasa (28/4), korban tewas akibat tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line bertambah menjadi 14 orang, sedangkan 84 korban luka telah mendapat penanganan medis.
Korban luka telah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besaran santunan yang akan diberikan kepada korban mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 16 Tahun 2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.
Dalam Pasal 3 aturan tersebut, ahli waris korban meninggal dunia berhak menerima santunan sebesar Rp50 juta.
Sementara korban yang mengalami cacat tetap berhak atas santunan yang dihitung berdasarkan persentase tertentu dari nilai santunan korban meninggal dunia.
Sedangkan korban luka yang membutuhkan perawatan berhak atas penggantian biaya perawatan dan pengobatan dokter maksimal Rp20 juta.
Selain itu, terdapat santunan tambahan berupa biaya ambulans atau kendaraan menuju fasilitas kesehatan paling banyak Rp500 ribu.
Korban juga dapat memperoleh biaya pertolongan pertama pada kecelakaan paling banyak Rp1 juta.
Insiden kecelakaan ini bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertabrak mobil di perlintasan sebidang JPL 85 pada Senin (27/4).
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
Evakuasi korban dilakukan secara bertahap, terukur, dan penuh kehati-hatian guna meminimalkan risiko tambahan, dengan mempertimbangkan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan petugas dan korban.
"Kementerian Perhubungan juga mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh," kata Dudy.
(dhz/pta)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1

















































