Jakarta -
Pemerintah Kota Bogor bersama IPB Press resmi membuka gelaran tahunan Bogor Book Fair 2026. Acara yang menjadi barometer literasi di Jawa Barat ini dihadiri langsung oleh Walikota Bogor, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, BEM KM IPB, Pemuda ICMI, para penulis, penerbit dan pembaca.
Dalam sambutannya, Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa literasi menjadi kunci penting dalam mendorong perubahan. Ia menyebutkan, Kota Bogor pada 2025 mencatat tingkat literasi tertinggi di Jawa Barat, namun masih menghadapi berbagai tantangan nyata di lapangan.
"Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk terus mendorong minat baca, khususnya di kalangan generasi muda," ujarnya di lokasi acara, Selasa (24/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membiasakan anak gemar membaca, serta menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam meningkatkan koleksi dan akses pustaka di perpustakaan daerah agar semakin inklusif bagi seluruh warga.
Senada dengan hal tersebut, Rektor IPB University, Dr. Alim Setiawan Slamet, menyampaikan pesan secara daring pada aspek dampak sosial dari pengetahuan.
"Pendidikan tinggi tidak boleh menjadi 'menara gading'. Bogor Book Fair adalah manifestasi dari Science for Society, di mana riset dan inovasi yang kami hasilkan harus mampu terhilirisasi menjadi bacaan yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat secara luas," ungkapnya.
Direktur IPB Press, Erick Wahyudyono, menambahkan dimensi filosofis mendalam dari kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar pameran buku biasa, melainkan sebuah ikhtiar besar dalam membangun kualitas manusia.
"Hari ini kita tidak hanya membuka pameran, kita sedang merayakan peradaban. Di IPB Press, misi kami adalah memastikan bahwa setiap butir pengetahuan yang lahir dari riset akademis dapat bertransformasi menjadi solusi praktis di tangan warga. Literasi adalah jangkar kita dalam menjaga nalar kritis di tengah derasnya arus disinformasi digital," tegas
Erick.
Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa nutrisi intelektual yang disediakan dalam Bogor Book Fair 2026 dirancang secara holistik. Koleksi yang tersedia tidak hanya terbatas pada referensi akademik atau non-fiksi ilmiah, tetapi juga merambah ke berbagai genre yang menyentuh sisi kemanusiaan lainnya.
"Peradaban yang tangguh membutuhkan keseimbangan antara nalar dan rasa. Oleh karena itu, kami menghadirkan spektrum bacaan yang sangat luas mulai dari novel fiksi yang mengasah imajinasi dan kreativitas, buku motivasi dan pengembangan diri yang inspiratif, hingga literatur sosial-politik yang edukatif. Kami ingin memastikan warga Bogor memiliki akses terhadap bahan bacaan yang tidak hanya mencerdaskan secara kognitif, tetapi juga mampu membangkitkan semangat dan memperkaya batin," tambahnya.
Terobosan Digital: Literasi dalam Genggaman Salah satu sorotan utama dalam Bogor Book Fair 2026 adalah peluncuran program "Literasi dalam Genggaman". Program ini merupakan langkah konkret adaptasi teknologi dengan menyediakan akses ebook gratis bagi masyarakat Bogor.
Inisiatif ini lahir dari kolaborasi strategis antara Pemuda ICMI Orwilsus Bogor, IPB Press, dan Ikapi Bogor. Melalui program ini, warga dapat mengakses ribuan judul buku berkualitas langsung dari perangkat gawai mereka, sebagai upaya meruntuhkan batasan fisik terhadap akses ilmu pengetahuan.
Bogor Book Fair 2026 akan berlangsung dari tanggal 24-29 Maret 2026 dengan menghadirkan berbagai diskusi buku, peluncuran buku, lokakarya kepenulisan, perlombaan kreativitas, penampilan seni dan pertunjukan serta pameran ribuan judul buku dari penerbit-penerbit ternama.
(yoa/yoa)
Loading ...

3 hours ago
4

















































