Bukan Nakal, Ini 10 Ciri-ciri Anak Temperamen yang Ortu Wajib Tahu

5 hours ago 1

CNN Indonesia

Minggu, 12 Apr 2026 19:47 WIB

Tak sedikit orang tua yang keliru menganggap anak dengan emosi kuat sebagai nakal. Kenali ciri-ciri anak temperamen yang tampak dari perilakunya. Ilustrasi. Tak sedikit orang tua yang keliru menganggap anak dengan emosi kuat sebagai nakal. Kenali ciri-ciri anak temperamen dari perilakunya. (Istockphoto/ Fizkes)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Memahami kepribadian anak merupakan langkah penting dalam proses pengasuhan yang efektif. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, termasuk dalam hal emosi dan cara merespons lingkungan.

Berikut ciri-ciri anak temperamen yang memengaruhi perilaku sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tidak sedikit orang tua yang keliru menganggap anak dengan emosi kuat sebagai nakal, padahal itu bisa jadi bagian dari temperamen alami mereka.

Dengan memahami hal ini, orang tua dapat memberikan pendekatan yang lebih tepat dan tidak reaktif.

Selain itu, pemahaman terhadap temperamen anak juga membantu mengurangi konflik serta meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak.

Pada dasarnya, temperamen bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa diubah, tetapi dapat diarahkan melalui pola asuh yang tepat.

Oleh karena itu, mengenali karakteristik anak temperamen menjadi kunci penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Ciri-ciri anak temperamen

Dilansir dari Healthy Children, berikut ciri ciri anak temperamen temperamen agar orang tua dapat lebih menghargai keunikan anak sekaligus menyesuaikan cara mendidik yang sesuai.

1. Tingkat aktivitas yang tinggi atau rendah

Anak dengan temperamen tertentu bisa sangat aktif, selalu bergerak, dan sulit diam. Sebaliknya, ada juga anak yang cenderung tenang dan tidak banyak bergerak. Tingkat aktivitas ini memengaruhi cara anak berinteraksi dengan lingkungan serta aktivitas sehari-harinya.


2. Pola rutinitas yang tidak teratur

Beberapa anak memiliki pola makan, tidur, dan aktivitas yang tidak konsisten. Hal ini sering membuat orang tua kesulitan dalam membangun rutinitas harian yang stabil.


3. Respons awal terhadap hal baru

Ciri lainnya adalah bagaimana anak merespons situasi atau orang baru. Ada anak yang langsung antusias, namun ada pula yang cenderung menarik diri, ragu, atau bahkan menolak.


4. Kemampuan beradaptasi

Anak temperamen tertentu membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan, seperti lingkungan baru atau rutinitas yang berbeda. Ini menjadi salah satu ciri ciri anak temperamen yang cukup umum ditemukan.


5. Intensitas emosi yang tinggi

Anak dapat menunjukkan reaksi emosional yang sangat kuat, baik dalam kondisi senang maupun marah. Mereka mungkin lebih mudah menangis, berteriak, atau menunjukkan ekspresi berlebihan.


6. Suasana hati yang dominan

Beberapa anak cenderung memiliki suasana hati positif dan ceria, sementara yang lain lebih sering tampak mudah rewel atau tidak puas. Suasana hati ini bisa memengaruhi interaksi sosial dan aktivitas sehari-hari.


7. Rentang perhatian yang terbatas

Anak dengan temperamen tertentu sering kali sulit fokus dalam waktu lama. Mereka mudah kehilangan konsentrasi, terutama saat menghadapi tugas yang dianggap membosankan.


8. Mudah terdistraksi

Selain sulit fokus, anak juga mudah teralihkan perhatiannya oleh suara, cahaya, atau aktivitas di sekitarnya. Hal ini membuat mereka sering berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lain.

9. Sensitif terhadap rangsangan

Sebagian anak sangat peka terhadap rangsangan seperti suara keras, cahaya terang, atau tekstur tertentu. Mereka bisa bereaksi berlebihan terhadap hal-hal yang bagi orang lain terasa biasa.


10. Kemampuan mengelola emosi

Anak dengan temperamen tertentu sering kesulitan mengatur emosinya, terutama saat menghadapi frustrasi. Hal ini bisa terlihat dari perilaku tantrum atau ledakan emosi yang tiba-tiba.

Dengan memahami ciri-ciri anak temperamen akan memberikan banyak manfaat bagi orang tua. Selain itu, orang tua dapat menyesuaikan pendekatan pengasuhan, seperti menciptakan rutinitas yang konsisten, memberikan waktu adaptasi, serta mengajarkan cara mengelola emosi secara bertahap.

(gas/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi