Cerita Ravel Rayu My Chemical Romance Konser ke Indonesia: Ini Kesempatan Terakhir

10 hours ago 1

Jakarta -

Kembalinya My Chemical Romance (MCR) ke Indonesia bukanlah proses instan. Promotor Ravel Entertainment melalui sang CEO, Ravel Junardy, mengungkap cerita panjang di balik usaha menghadirkan band legendaris tersebut kembali ke Tanah Air sejak terakhir 2008.

Ravel menyebut, salah satu alasan utama dirinya kembali berupaya mendatangkan MCR adalah besarnya basis penggemar di Indonesia lintas generasi.

"Sebenernya ya karena MCR tuh fanbase-nya banyak yang di Indonesia sih. Bener-bener jadi band yang memorable banget buat generasi-generasi kita lah," ungkap Ravel di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (9/2).

Menurut Ravel, MCR bukan hanya band nostalgia, tetapi juga tetap relevan untuk generasi baru. Hal itulah yang membuatnya yakin bahwa Indonesia masih layak menjadi destinasi konser MCR.


"Dan mereka pun juga bisa diterima market generasi baru," ujarnya.

Ravel mengungkapkan bahwa proses mengundang MCR sebenarnya sudah dimulai sejak masa pandemi COVID-19, tepat setelah band tersebut mengumumkan reuni.

"Dari COVID pas dia reunion pertama kali sebenarnya, kita udah tahu mereka mau reunion, terus kita nunggu jadwalnya," kata Ravel.

Namun, Indonesia dan negara-negara Asia memang kerap berada di urutan terakhir dalam jadwal tur dunia.

"Ya mungkin karena banyak, jadi Indonesia dan Asia lainnya selalu dapet bagian yang terakhir lah."

Meski demikian, Ravel bersyukur upaya panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Ia akhirnya berhasil membujuk Gerard Way dan kawan-kawan untuk main ke Indonesia.

"Tapi akhirnya bisa kita undang juga," ujarnya.

Meski bertindak sebagai promotor, Ravel mengaku bukan penggemar garis keras My Chemical Romance. Ia justru menyebut K-pop sebagai genre favoritnya. Namun, ada satu lagu MCR yang ia akui paling sering didengarkan.

"Kalau gue lebih suka K-pop sih sebenarnya. Tapi lagu Ghost of You sih gue paling suka," kata Ravel.

Ravel menyebut dirinya memang cenderung menyukai lagu-lagu yang tidak terlalu mainstream.

"Gue lebih suka musik yang nggak di dengerin sama banyak orang sebenarnya," katanya.

Soal setlist daftar lagu di konser, Ravel menegaskan hingga kini belum ada bocoran resmi dari pihak MCR. Namun, ia yakin satu lagu ikonik hampir pasti dibawakan.

"Gue nggak tau ya, setlistnya sampe sekarang belum di info. Cuman yang pasti sih, karena ini Black Parade, kayaknya Black Parade pasti dibawain deh. Nggak mungkin enggak deh," ungkapnya.

[Gambas:Instagram]

Untuk sistem penjualan tiket, Ravel menegaskan bahwa seluruh tiket konser MCR di Jakarta dijual secara online tanpa penjualan di lokasi. Penjualan tiket sudah dimulai sejak 7 Februari kemarin.

"Kalau tiketing lo bisa beli cuma di www.mcrjakarta.com.Itu semuanya online.Kita nggak jual on the spot sih," ujarnya.

Ravel juga menjelaskan keistimewaan tiket VVIP, yang menjadi kategori paling mahal dalam konser ini.

"Yang paling utama adalah lo bisa ngeliat si bandnya itu dari jarak yang benar-benar deket," ungkapnya.

Selain berada di barisan terdepan, pemegang tiket VVIP juga mendapat berbagai fasilitas tambahan.

"Lo nggak perlu capek-capek rebutan untuk ke front row, dapet voucher food and beverage. Lo juga dapet exclusive merchandise," katanya.

Tiket VVIP ini dijual terbatas dan memiliki jalur khusus tanpa antre.

"Pasti di front row. Mereka dapet special line, nggak perlu ngantri-ngantri," kata Ravel.

Ravel mengakui bahwa proses menghadirkan MCR ke Indonesia sangat kompleks, terutama karena padatnya jadwal tur dunia band tersebut.

"Yang bikin lama ya dari si jadwal MCR-nya yang worldwide," ujarnya.

Dirinya bahkan harus menyesuaikan rute tur MCR agar Indonesia masuk dalam rangkaian perjalanan mereka.

"Nggak mungkin dia datang ke Indonesia terus langsung balik lagi ke Amerika," sambungnya.

Ravel mengungkapkan dirinya sampai beberapa kali melakukan pertemuan langsung dengan pihak MCR di Inggris.

"Gue sampai berapa kali meeting sama mereka di Inggris waktu itu. Ketemu di London," kata Ravel.

Di akhir, Ravel memberikan pesan kuat untuk para penggemar My Chemical Romance di Indonesia. Ia menyebut konser ini bisa menjadi salah satu kesempatan terakhir untuk menyaksikan MCR tampil secara langsung.

"Mungkin ini kesempatan terakhir lo nonton MCR secara live sih menurut gue. Kita nggak tahu kapan lagi dia akan bubar atau kapan lagi dia akan off tour," tegas Ravel.

Tak hanya itu, Ravel juga menyinggung pembatalan tur MCR di beberapa negara lain.

"Kemarin dia nggak tour lagi kan. Dia batalin semua tour-nya di Dubai, India. Terakhirnya di Indonesia," kata Ravel.

Bagi Ravel, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi momen emosional bagi para penggemar di Tanah Air.

"Mungkin ini salah satu kesempatan terakhir kalian untuk bisa nonton MCR di Indonesia. Negara sendiri. Kota Jakarta kita tercinta," tutupnya.

(ikh/and)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi