Dulu Beri Pembelaan, Cascio Bersaudara Kini Sebut Michael Jackson Lakukan Pelecehan
Nama Michael Jackson kembali menjadi sorotan usai Cascio bersaudara yang mengklaim sebagai 'keluarga kedua' penyanyi itu menuding sang King of Pop telah melakukan pelecehan seksual anak dan manipulasi.
Tuduhan ini tertuang dalam gugatan yang diajukan oleh empat dari lima Cascio bersaudara, yakni Aldo, Eddie, Dominic, dan Marie Nicole. Sementara Frank Cascio tidak tergabung dalam tuntutan tersebut, meski memiliki pendapat yang sama.
Tuntutan hukum yang diajukan ini dinilai mengejutkan, karena keluarga Cascio dikenal aktif memberikan pembelaan terhadap Michael Jackson yang terseret kasus dugaan pelecehan anak. Cascio bersaudara pun telah memberikan pembelaan selama 25 tahun ke belakang.
Lewat wawancara dengan The New York Times, Casico bersaudara menyebut bahwa mereka bertemu dengan Michael Jackson melalui ayah mereka, Dominic Cascio Sr. yang merupakan manajer Heimsley Place Manhattan, yakni penginapan MJ pada dekade '80-an.
Cascio bersaudara menyebut bahwa mendiang King of Pop itu telah melakukan manipulasi terhadap mereka, menjadikan mereka sebagai 'pasukan' untuk membela sang penyanyi dari tuduhan orang lain karena mendiang merupakan bintang terbesar di dunia.
Kelima anak keluarga Cascio secara aktif membantah tuduhan pelecehan terhadap Michael Jackson selama bertahun-tahun, termasuk dalam wawancara dengan Oprah Winfrey hingga dalam buku yang ditulis Frank Cascio.
Namun, kini mereka mengaku telah mengalami pelecehan dan manipulasi oleh Michael Jackson hingga mengajukan tuntutan hukum.
"Kami dicuci otak. Kami dipersiapkan, dia membuat kami merasa seolah-olah dia adalah segalanya, seorang ayah, seperti segala macam dukungan emosional dan memang demikian," klaim Eddie Cascio kepada The New York Times, dikutip Senin (27/4).
Pada laporan Entertainment Weekly, sebagian dari Cascio bersaudara mengaku sudah dilecehkan sejak awal, tetapi merasa terlalu kewalahan untuk melaporkan hal itu.
Sementara sebagian yang lain tak memahami situasi yang mereka hadapi hingga menyaksikan dokumenter Leaving Neverland yang merinci kesaksian dua pria penuding pelecehan terhadap MJ.
Setelah menyaksikan dokumenter itu, mereka akhirnya menyadari bahwa apa yang terjadi pada narasumber juga serupa dengan hal yang mereka alami. Cascio bersaudara kemudian mengajukan gugatan pertama kepada pewaris Michael Jackson.
Pada akhirnya, mereka berhasil mencapai kesepakatan dengan pihak Michael Jackson pada tahun 2020 dan mendapatkan sekitar USD16 juta yang didistribusikan selama lima tahun.
Namun, pada tahun 2025, Frank Cascio dituding telah mengancam pihak Michael Jackson untuk memberikan lebih banyak uang jika tak mau tudingan pelecehan seksual sang penyanyi dibongkar ke publik.
Negosiasi soal harta warisan Michael Jackson pada tahun 2025, yakni masa akhir perjanjian pun menjadi semakin tegang. Sengketa hukum pribadi itu pun meningkat menjadi litigasi publik.
Respons Pihak Michael Jackson
Kuasa hukum yang mengelola harta warisan Michael Jackson, Marty Singer pun telah memberikan respons atas gugatan terbaru Cascio bersaudara. Ia menyebut tindakan ini sebagai sebuah upaya putus asa untuk mendapatkan lebih banyak harta dari pihak Michael Jackson.
"Keluarga itu dengan gigih membela Michael Jackson selama 25 tahun, membuktikan bahwa ia tidak bersalah atas perilaku yang tidak pantas," ungkap Singer kepada People.
"Pengajuan gugatan baru ini adalah taktik mencari forum yang menguntungkan dalam skema mereka untuk mendapatkan ratusan juta dolar dari harya warisan dan perusahaan Michael," tambahnya.
Singer kemudian turut menyoroti riwayat pengakuan Cascio bersaudara yang memberikan pembelaan terhadap Michael Jackson di masa lalu, menyebut gugatan saat ini sangat bertentangan dan hanya merupakan upaya pemerasan terhadap pihak Michael Jackson.
Hal ini pun dengan tegas dibantah oleh Cascio bersaudara yang mengaku tak mencari harta dan hanya ingin mengungkap kebenaran. Tuntutan terbaru ini kemudian masih dalam proses hukum.

7 hours ago
2
















































