Jakarta, CNN Indonesia --
Amerika Serikat (AS) dan sekutu kesayangannya, Israel, menggempur habis-habisan Iran pada Sabtu (27/2) usai negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan.
Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan kedua negara itu menyasar 20 dari 31 provinsi di Iran.
Berikut fakta-fakta terkini AS dan Israel keroyok Iran
Dalih Trump gempur Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim serangan tersebut demi menghilangkan ancaman terhadap Negeri Paman Sam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi skala besar yang sedang berlangsung demi membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata," kata Trump pada Sabtu, dikutip NPR.
Alasan Israel serang Iran
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menggemakan narasi serupa.
"[Operasi ini untuk] menghilangkan ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh rezim teroris di Iran," kata Netanyahu dalam sebuah video.
Dia mengeklaim tindakan bersama AS-Israel akan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran yang berani untuk mengambil kendali atas nasib mereka sendiri.
Israel pakai 200 jet tempur
Tentara Israel menyatakan sekitar 200 jet tempur menyerang sistem rudal dan pertahanan udara Iran di wilayah bagian barat dan tengah.
Mereka juga menyatakan jet tempur meluncurkan ratusan amunisi yang menargetkan sekitar 500 sasaran, termasuk sistem pertahanan udara dan peluncur rudal di beberapa lokasi di Iran, secara bersamaan.
"[Operasi ini merupakan] penerbangan militer terbesar dalam sejarah," demikian pernyataan militer Israel, dikutip Al Jazeera.
201 Orang di Iran Tewas Akibat Serangan AS-Israel
Seorang juru bicara Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran mengatakan kepada kantor berita Mehr bahwa serangan AS dan Israel telah menghantam 24 provinsi di Iran, menewaskan sedikitnya 201 orang dan melukai 747 orang.
Juru bicara tersebut mengatakan bahwa lebih dari 220 tim Bulan Sabit Merah berada di lokasi yang menjadi sasaran, dan operasi penyelamatan terus berlanjut.
Menhan Iran dan Komandan IRGC tewas
Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga tewas dalam serangan dua negara itu.
Khamenei disebut Trump tewas
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei diklaim telag tewas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Donald Trump meyakini Khamenei tewas.
Media Walla, sebelumnya mengutip sejumlah pejabat Israel, melaporkan Khamenei terputus dari komunikasi dan nasibnya belum bisa dipastikan.
Media Israel lain Channel 12 yang juga mengutip dari pemerintahan yang berbasis di Tel Aviv melaporkan tanda-tanda Khamenei tewas makin menguat.
Mereka menuturkan Khamenei setidaknya terluka imbas serangan Tel Aviv ke bangunan yang diyakini merupakan tempat tinggal dia.
Penilaian tersebut, kata pejabat itu berdasarkan citra satelit di sekitar rumah yang diyakini milik Khamenei.
Iran balas serangan
Tak terima digempur, Iran membalas serangan kedua negara itu di hari yang sama.
Mereka menargetkan aset Israel dan Amerika Serikat di Timur Tengah seperti di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak, demikian dikutip Al Jazeera.
Negara Teluk laporkan serangan
Kementerian Dalam Negeri Bahrain melaporkan sejumlah bangunan di Ibu Kota Manama jadi sasaran.
"Dinas Pertahanan Sipil terus melakukan operasi pemadaman kebakaran dan penyelamatan di lokasi yang terdampak," demikian pernyataan Kemendagri Bahrain, dikutip Al Jazeera.
Tak hanya Bahrain, pangkalan militer terpenting AS lainnya di negara Teluk juga kena sasaran. Di antaranya di Qatar, Kuwait, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA). Di Doha, rudal-rudal Iran dilaporkan ditembak jatuh sistem pertahanan militer Qatar.
(isa/wiw)

7 hours ago
2














































