Hati-hati, Kolesterol dan Gula Darah Tinggi Bisa Ganggu Fungsi Hati

3 hours ago 1

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 09:10 WIB

Ilustrasi makanan cepat saji Foto: iStock/frantic00

Jakarta, CNN Indonesia --

Makan makanan serba gorengan dalam porsi besar, minum minuman manis, ditambah minim aktivitas fisik kini dianggap sebagai kebiasaan yang "normal". Sesungguhnya, pola hidup seperti ini adalah ancaman dalam diam, dengan risiko peningkatan kolesterol dan gula darah.

Bukan hanya berdampak pada berat badan atau risiko diabetes, kondisi tersebut juga dapat "menyerang" liver (hati) dan memicu penumpukan lemak di hati atau fatty liver yang dikenal sebagai metabolic dysfunction-associated steatotic liver disease (MASLD). Sayangnya, gangguan hati sering berkembang tanpa gejala yang jelas hingga kondisinya sudah cukup serius.

Hal ini sejalan dengan Dr.dr. Kaka Renaldi, Sp.PD-KGEH, FINASIM dari Mayapada Hospital Kuningan yang menyampaikan bahwa gangguan pada hati umumnya tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan kondisi metabolik yang berkembang perlahan tanpa disadari

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika kolesterol dan gula darah tidak terkontrol dalam jangka waktu tertentu, dampaknya tidak hanya memengaruhi metabolisme secara umum, tetapi juga fungsi hati. Karena itu, perubahan pada profil metabolik sebaiknya sudah menjadi sinyal untuk mulai memperhatikan kondisi hati sejak dini," kata Dr. Kaka.

Adapun pada tahap awal, fatty liver sering tidak menimbulkan keluhan yang khas. Tak jarang, kondisi ini baru diketahui setelah berkembang lebih jauh.

"Banyak orang tetap merasa sehat dan menjalani aktivitas seperti biasa, sehingga perubahan di dalam tubuh sering tidak terdeteksi sejak awal," tambah Dr. Kaka.

Dalam hal ini, penting untuk memahami keterkaitan antara kolesterol, gula darah, dan kesehatan liver (hati). Kenaikan trigliserida, gula darah yang tidak stabil, berat badan bertambah, atau lingkar perut membesar bisa menjadi tanda bahwa metabolisme tubuh tidak berjalan optimal.

Pada akhirnya, menjaga kestabilan kolesterol dan gula darah bukan hanya soal mencegah penyakit jantung atau diabetes, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan hati.

Untuk mendukung deteksi dini dan pengelolaan kondisi tersebut, Mayapada Hospital Kuningan (MHKN) menyediakan layanan kesehatan hati, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan yang berfokus pada risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik. Pemeriksaan seperti USG abdomen, CT scan, MRI, dan endoskopi tersedia untuk membantu evaluasi kondisi secara lebih akurat.

Layanan ini didukung oleh tim dokter multidisiplin dan fasilitas modern seperti USG elastografi untuk pemeriksaan hati non-invasif, serta Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik.

Seluruh layanan merupakan bagian dari Gastrohepatology Center, layanan komprehensif untuk penanganan gangguan saluran pencernaan yang tersedia di seluruh unit Mayapada Hospital, mulai dari Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung, dan akan segera hadir di Jakarta Timur.

Informasi lebih lanjut bisa diperoleh lewat Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, serta aplikasi MyCare. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses beragam informasi kesehatan dari para dokter Mayapada Hospital pada fitur Health Articles & Tips, serta fitur Personal Health untuk memantau detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(inh/rea)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi