Impor Alkohol dari AS Lewat Perjanjian Dagang, Hanum Salsabiela Rais: Pertanyakan Suara dan Kritikan Para Ulama

3 hours ago 1
Ilustrasi Varian wine sparkling dari Sababay Winery.

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Politikus, penulis, dan mantan presenter berita, Hanum Salsabiela Rais memberikan komentar menohoknya.

Komentar dari Hanum Salsabiela Rais terkait perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat yang memberi ruang terbuka bagi alkohol masuk ke Indonesia.

Dari perjanjian dagang ini, diharapkan impor alkohol itu bisa jadi daya tarik dan peluang untuk meningkatkan sektor pariwisata.

Kebijakan inilah yang kemudian disorotnya di salah satu unggahan di media sosial X pribadinya.

Hanum Salsabiela Rais lebih tajam menyorot ke para ulama yang ada di Indonesia, karena kurang bersuara terkait keluarnya kebijakan ini.

Ia menyebut dari begitu banyaknya ulama-ulama yang ada di Indonesia, hanya beberapa yang berani bersuara memberikan kritik.

“Yang memprihatinkan saat bangsa yang menjadi gudang ulama, hanya segelintir dari mereka yang berani bernahi mungkar dengan tegas pada penguasa,” tulisnya dikutip Jumat (27/2).

“Lainnya? Mencari ruang aman beramar ma’ruf saja ke rakyat: bahas fikih dari solat, puasa, sedekah sambil membesarkan sekolah atau pesantrennya,” sebutnya.

Lebih jauh, ia menyebut kalau pun ada ulama yang berani memberikan kritik itu bisa dikatakan skalanya kecil atau hanya sekadar memberikan kritik.

Hanum mengatakan jarang sekali ada ulama yang sampai memberikan kritik keras hingga bersuara lantang soal kebijakan kurang tepat yang diambil Pemerintah.

“Kalau pun kritik, biasanya abu-abu, serempet-serempet dikit, yang penting sah sudah ‘melakukan tugas nahi munkar’, ga berani ‘tabrak’, padahal penguasa sudah menabrak aturan, anggaran, kebijakan, dan etika menuju Zionis untuk rakyatnya sendiri,” sebutnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi