Ini 11 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Memakai Baju Itu-itu Saja

1 hour ago 1

CNN Indonesia

Selasa, 05 Mei 2026 18:45 WIB

Di balik kebiasaan pakai baju itu-itu saja, ada pola pikir dan karakter tertentu yang justru mencerminkan kepribadian seseorang. Ilustrasi. Ternyata, orang yang pakai baju itu-itu saja padahal di lemari ada banyak baju punya ciri kepribadian berikut ini. (freepik.com/freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Memakai baju yang itu-itu saja setiap hari sering kali dianggap membosankan atau kurang eksploratif. Namun, di balik kebiasaan tersebut ada pola pikir dan karakter tertentu yang justru mencerminkan kepribadian seseorang.

Penelitian dari Global Scientific Reports menemukan bahwa keputusan berpakaian banyak dipengaruhi oleh gaya hidup, pekerjaan, hingga kebutuhan praktis seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi sebagian orang, mengenakan jenis pakaian yang sama setiap hari bukan keterbatasan, melainkan strategi untuk membuat hidup terasa lebih gampang.

Melansir dari berbagai sumber, berikut merupakan sejumlah ciri kepribadian yang kerap dimiliki oleh orang yang cenderung memakai baju itu-itu saja meski di lemari mereka banyak pilihan.

1. Berpikir jauh ke depan

Melansir dari Your Tango, orang dengan kebiasaan ini umumnya mempertimbangkan aktivitas mereka sepanjang hari sebelum memilih pakaian.

Mereka tidak hanya memikirkan penampilan, tetapi juga kenyamanan saat bekerja, mobilitas, hingga aktivitas setelahnya. Pilihan outfit menjadi hasil dari perencanaan, bukan kebetulan.

2. Konsisten dalam kehidupan

Konsistensi dalam berpakaian sering kali mencerminkan konsistensi seseorang. Orang dengan kebiasaan ini umumnya memiliki pola hidup yang teratur dan dapat diandalkan dalam menjalankan tanggung jawabnya.

Mereka cenderung menjaga komitmen, disiplin terhadap waktu, serta memiliki prinsip yang jelas dalam mengambil keputusan. Konsistensi tersebut menjadi salah satu hal yang membantu mereka menjaga stabilitas dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menghemat energi 

A professional Asian business woman presents data on screens in a board meeting room, engaging her audience with confidence and clarity. A businessman wearing a blazer while using a tablet for meetingIlustrasi. Orang yang pakai baju itu-itu saja biasanya tidak ingin direpotkan dengan agenda memilih pakaian. Mereka ingin menghemat energi. (Getty Images/Artit_Wongpradu)

Konsep decision fatigue menjelaskan bahwa terlalu banyak keputusan kecil dapat menguras energi seseorang.

Mengutip dari Grazia Magazine, psikolog mode, Dion Terrelong menjelaskan bahwa dengan membatasi pilihan pakaian, seseorang dapat mengurangi beban mental yang tidak perlu. Energi yang tersisa kemudian dapat dialokasikan untuk hal-hal yang lebih penting dan membutuhkan konsentrasi lebih tinggi.

4. Fokus pada prioritas

Alih-alih menghabiskan waktu untuk memilih pakaian setiap hari, mereka memilih memusatkan perhatian pada hal-hal yang dianggap lebih bermakna. Fokus tersebut dapat berupa pekerjaan, pengembangan diri, maupun relasi sosial.

Kebiasaan ini menunjukkan adanya kemampuan untuk memilah prioritas. Mereka memahami bahwa tidak semua aspek kehidupan memerlukan perhatian yang sama besar, sehingga energi dapat digunakan secara lebih efektif.

5. Mengutamakan kenyamanan

Dalam lingkungan yang sering menekankan penampilan sebagai bentuk pencitraan, seseorang yang kerap memakai baju sama justru lebih mengutamakan kenyamanan pribadi. Mereka tidak merasa perlu mengikuti standar sosial yang terus berubah.

Seperti dikutip dari laman Bolde, penelitian menjelaskan bahwa orang dengan identitas yang stabil cenderung kurang khawatir dengan kesalahpahaman dari orang lain.

Pilihan tersebut mencerminkan bahwa keputusan diambil berdasarkan kebutuhan diri sendiri, bukan tekanan dari lingkungan. Selain itu, hal ini juga berkaitan dengan tingkat kepercayaan diri yang relatif stabil.

6. Terbiasa dengan sistem dan rutinitas

Kebiasaan mengenakan pakaian yang serupa setiap hari menunjukkan bahwa individu tersebut menghargai sistem dalam kehidupan. Rutinitas dianggap sebagai cara untuk menciptakan keteraturan dan mengurangi ketidakpastian.

Menurut profesor psikologi Arthur J. Clark, hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan kesejahteraan dan kepuasan hidup. Pilihan dan rutinitas sehari-hari inilah yang mengembalikan kekuatan seseorang untuk menghargai hal-hal kecil, bahkan jika itu hanya mengenakan jenis pakaian yang sama setiap hari.

7. Praktis

Orang dengan kebiasaan ini cenderung memiliki pola pikir praktis. Mereka lebih mengutamakan fungsi pakaian dibandingkan citra yang bersifat sementara.

Selama pakaian tersebut nyaman, sesuai kebutuhan, dan mendukung aktivitas, tidak ada dorongan untuk terus mengganti gaya. Hal ini mencerminkan efisiensi dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

8. Memiliki regulasi emosi yang baik

Dengan menyederhanakan pilihan kecil seperti pakaian, mereka secara tidak langsung mengurangi potensi stres harian. Hal ini membantu menjaga kestabilan emosi dalam jangka panjang.

Kemampuan untuk mengelola hal-hal sederhana secara efektif seringkali berkaitan dengan regulasi emosi yang baik. Seseorang menjadi lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

9. Cenderung minimalis

Gaya hidup minimalis sering tercermin dari pilihan berpakaian yang sederhana. Seseorang tidak merasa perlu menggunakan semua yang dimiliki, meskipun memiliki banyak pilihan di lemari.

Penelitian dari University of Otago menunjukkan bahwa kesederhanaan dalam hidup berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi. Hal ini terjadi karena orang lebih fokus pada pengalaman dibanding kepemilikan material.

10. Tidak membandingkan diri mereka dengan orang lain

Banyaknya tren di media sosial hingga tekanan untuk mengikuti tren menjadi semakin kuat. Namun orang dengan kebiasaan ini cenderung memiliki standar pribadi yang lebih .

Mereka tidak menjadikan orang lain sebagai tolok ukur dalam menentukan pilihan. Keputusan yang diambil lebih didasarkan pada kebutuhan dan kenyamanan diri sendiri.

11. Kreatif

Tidak semua bentuk kreativitas harus ditunjukkan melalui penampilan. Banyak orang justru memilih menyalurkan kreativitas mereka melalui pekerjaan, ide, atau aktivitas lain yang lebih bermakna.

Studi dari University of Arizona menunjukkan bahwa orang kreatif cenderung menghargai waktu sendiri dan meluangkan energi untuk eksplorasi ide.

Memakai baju yang itu-itu saja bukan berarti kurang variasi atau tidak memiliki selera. Justru kebiasaan ini mencerminkan cara berpikir yang efisien, terstruktur, dan mementingkan prioritas.

(nga/els)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi