Selular.ID – Iran kembali melancarkan serangan terbarunya pada Kamis dengan menargetkan pusat data Oracle di Dubai dan Amazon di Bahrain, seperti yang dilaporkan NDTV, Jumat (3/4/2026).
Mereka juga mengumumkan menargetkan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Israel setelah serangan Amerika Serikat-Israel yang menghantam dua pabrik baja terbesar di negara itu.
“Sebagai tanggapan atas serangan terhadap industri baja Iran, Korps Pengawal Revolusi Islam meluncurkan gelombang serangan baru pagi ini,” kata komando pusat militer, Khatam Al-Anbiya.
“Industri baja Amerika di Abu Dhabi, industri aluminium Amerika di Bahrain, dan pabrik senjata Rafael dari rezim Zionis, termasuk di antara sejumlah target,” katanya.
Sebelumnya, konflik geopolitik antara Amerika-Israel melawan Iran semakin memanas.
Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari 2026 kemarin melakukan serangan militer terhadap Iran atau operasi Epic Furydan Roaring Lion.
Tak lama, Iran melakukan tindakan balasan ke peperarangan dunia siber.
Baca juga:
- Perang Teluk Buktikan Prediksi Elon Musk Tepat, Serangan Drone Iran Bikin AS dan Israel Keteteran
- Cellebrite Asal Israel yang Andal Bobol Smartphone Jadi Langganan Perusahaan Teknologi
Melansir dari laman Unit 42, menyebutkan bahwa terkini, kemampuan kelompok negara Iran sementara melemah karena gangguan internet.
Diketahui, konektivitas internet Iran turun drastis menjadi sekitar 1–4% setelah serangan siber tersebut.
Sehingga, membuat kelompok hacker atau aktor ancaman Iran kesulitan berkoordinasi.
Dalam laporan tersebut menyatakan, meski aktor ancaman yang berpihak dengan Iran yang berbasis di luar wilayah menurun sementara, tetapi didapati terjadi lonjakan aktivitas hacktivist pro-Iran secara global.
Karakteristik aktivitas yang didapati berupa, website defacement atau mengubah tampilan situs, serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS), dan serangan eksfiltrasi dan penghapusan data.
Pada perkembangannya, diperkirakan sekitar 60 kelompok hacktivist termasuk kelompok pro-Rusia aktif pada 2 Maret 2026.
Beberapa kelompok yang muncul seperti, Handala Hack yaitu persona hacktivist yang dikaitkan dengan intelijen Iran, APT Iran, Perlawanan Islam Siber, Dark Storm Team (juga dikenal sebagai DarkStorm atau MRHELL112).
Kemudian, Tim FAD (sering disebut dalam laporan sebagai Tim Fatimiyoun Cyber atau Fatimion).
Lalu Evil Markhors, Sylhet Gang atau sering disebut sebagai Sylhet Gang-SG, Tim 313 (Perlawanan Siber Islam di Irak), hingga DieNet sebagai kelompok hacktivis pro-Iran yang melakukan serangan DDoS terhadap berbagai organisasi di seluruh Timur Tengah.
Tak hanya itu, didapati juga kelompok pro-Rusia seperti NoName057(16) dan Russian Legion yang menyerang dengan target Israel.

















































