Jumlah Penumpang Whoosh Asal Malaysia Capai 1000 Orang per Hari

8 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat warga Malaysia menjadi pengguna terbanyak Kereta Cepat Whoosh dari kalangan wisatawan mancanegara. Jumlah penumpang dari Negeri Jiran mencapai 750 hingga 1.000 orang per hari.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan tren kunjungan wisatawan mancanegara di Whoosh terus meningkat. Pada 2025, jumlah turis asing naik dibandingkan 2024 dan kini mencakup sekitar 189 negara.

"Tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 itu meningkat sehingga 60 persen," katanya di Stasiun Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut sejak 2023 hingga sekarang total wisatawan mancanegara yang telah menggunakan Whoosh mencapai sekitar 800 ribu orang. Dari jumlah tersebut, turis Malaysia menjadi yang paling dominan.

Selain Malaysia, wisatawan yang cukup banyak menggunakan Whoosh berasal dari Singapura, Australia, Korea Selatan, hingga Tiongkok.

"Kalau enggak salah Tiongkok itu ketiga, kedua Singapura, yang paling tinggi itu Malaysia bisa mencapai 750 sampai dengan 1.000 orang per harinya," ujar Eva.

[Gambas:Youtube]

KCIC juga menjalin kerja sama dengan berbagai agen perjalanan wisata dari luar negeri untuk mendorong peningkatan jumlah penumpang asing.

Menurut Eva, kolaborasi dilakukan dengan agen perjalanan dari Malaysia, Singapura, hingga Australia. Kerja sama itu termasuk menghadirkan program rombongan dan promo khusus bagi wisatawan.

KCIC juga menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan okupansi, termasuk diskon hingga 50 persen dalam ajang travel fair yang digelar bersama agen perjalanan dan mitra perbankan.

"Kerja sama dengan berbagai agen atau agen tiket itu akan terus kita lakukan termasuk juga bank-bank yang saat ini sudah bekerjasama dengan KCIC untuk memberikan promo-promo, sehingga menarik untuk masyarakat," ujar Eva.

Eva menambahkan KCIC juga menghadirkan kartu langganan bagi penumpang rutin Jakarta-Bandung. Ia menyebut ada pengguna Whoosh yang melakukan perjalanan hingga 530 kali dalam setahun.

"Kita melihat saat ini sudah sangat banyak penumpang yang memang secara rutin menggunakan (Whoosh untuk perjalanan) pulang pergi Jakarta Bandung," ujarnya.

"Bahkan, data menunjukkan ada penumpang yang melakukan perjalanan sampai dengan 530 kali dalam waktu 1 tahun," imbuhnya.

Saat ini KCIC menawarkan program Frequent Whoosher dengan 10 perjalanan yang berlaku hingga dua bulan.

Paket tersebut dibanderol sekitar Rp2 juta atau setara sekitar Rp200 ribu per perjalanan, lebih murah dibanding tarif akhir pekan yang bisa mencapai Rp350 ribu.

"Nah, Frequent Whoosher ini bisa dipakai kapanpun, baik itu weekend ataupun long weekend dengan tarif flat," ujar Eva.

Adapun hasil dari kerja sama Whoosh bersama pihak lain dapat terlihat dari kolaborasi KCIC bersama salah satu destinasi wisata di Bandung Barat, yaitu Dusun Bambu.

Kerja sama tersebut memungkinkan penumpang Whoosh masuk gratis ke Dusun Bambu dengan menunjukkan tiket perjalanan mereka. Selain itu, ada juga shuttle dari Stasiun Padalarang yang bisa mengantarkan mereka langsung ke lokasi.

Menurut General Manager Dusun Bambu Ari Hermanto, kolaborasi ini mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisata serta memperluas jangkauan pasar mereka.

Per April 2026, Ari menyebut tercatat lebih dari 108 ribu penumpang Whoosh telah berkunjung ke Dusun Bambu.

Kehadiran Whoosh juga dirasakan oleh pengembang kawasan. Executive Director PT Summarecon Agung Tbk Hindarko Hasan mengungkap kehadiran Whoosh mampu mendongkrak jumlah kunjungan mal Summarecon Bandung.

Setelah ada Stasiun Tegalluar, kunjungan ke kawasan Summarecon Bandung disebut mencapai lebih dari 1,1 juta pengunjung per bulan pada 2026 dengan lebih dari 25 persen berasal dari luar kota.

(dhz/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi