Jakarta, CNN Indonesia --
KAI Commuter mulai melakukan uji coba kereta rel listrik (KRL) melintas di Stasiun Bekasi Timur setelah insiden kecelakaan kereta pada Senin (27/4).
Pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu (29/4) pukul 11.57 WIB, KRL bernomor CLI-125.4007 tiba di Stasiun Bekasi Timur dalam kondisi tanpa penumpang. Kereta melaju lambat saat memasuki area stasiun.
Saat berhenti, kereta yang datang dari arah barat hanya terlihat diisi sejumlah petugas keamanan. Kereta impor dari China tersebut berhenti sejenak di jalur peron 1, lokasi terjadinya kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurang dari 10 menit, sekitar pukul 12.03 WIB, KRL tersebut meninggalkan Stasiun Bekasi Timur. Setelah itu, jalur kembali dilintasi Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang sebelumnya telah diizinkan melintas dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan layanan kereta rel listrik (KRL) lintas Bekasi-Cikarang dapat kembali beroperasi pada siang hari ini (29/4).
Operasional KRL sempat terganggu imbas insiden kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin. Dudy menyebut pembukaan layanan disebut menunggu hasil clearance dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Menurut Dudy, saat ini masih dilakukan tahap persiapan uji coba rel, persinyalan, serta sistem kelistrikan. Ia menegaskan pembukaan kembali layanan akan dilakukan setelah dinyatakan aman.
"Apabila sudah ada clearance dari KNKT, siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Rabu ini.
Ia menekankan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembukaan kembali layanan ini.
"Yang paling utama adalah keselamatan. Itu yang paling penting yang ingin kami tekankan kepada PT KAI dalam mempersiapkan pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur," ujarnya.
Menurut Dudy, jalur tersebut sebenarnya telah diuji dengan dilalui kereta jarak jauh. Namun, ia tidak ingin terburu-buru karena seluruh aspek keselamatan harus dipastikan terlebih dahulu
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin menambahkan jalur hilir telah dibuka sejak pukul 01.30 dini hari dan sudah bisa dilalui kereta jarak jauh dari arah timur. Sementara jalur hulu juga telah dibersihkan dari puing-puing dan dinyatakan aman untuk perjalanan terbatas.
"Kami masih melakukan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam di stasiun ini. Insyaallah siang nanti kita akan mulai membuka kembali layanan KRL Cikarang Line dengan frekuensi sama seperti sebelumnya," kata Bobby.
(dhz/pta)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
5
















































