FAJAR.CO.ID, TEGAL -- Lurah Taslim akhirnya buka suara terkait tudingan yang dilontarkan pemilik warung, Suheni, yang mengaku pernah ditidurinya.
Bantah Keras Tudingan Pemilik Warung
Ia membantah dengan tegas tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa pernyataan itu tidak benar.
Menurut Taslim, tudingan tersebut muncul karena faktor emosional. Saat itu, kata dia, Suheni tidak terima tempat usahanya dibongkar dalam kegiatan penertiban.
Taslim menjelaskan, pembongkaran tersebut merupakan bagian dari kegiatan PSDA yang menertibkan 23 warung atau kios yang berdiri di atas bantaran sungai pada tahun 2023.
“Kejadian itu adalah kegiatan dari PSDA untuk melakukan penertiban 23 warung atau kios yang berada di atas kantaran sungai di tahun 2023,” ujar Taslim dikutip fajar.co.id, Jumat (27/2/2026).
Sudah Saling Memaafkan Sejak 2023
Ia menuturkan, persoalan itu sebenarnya sudah diselesaikan saat kejadian berlangsung. Pihaknya bahkan telah melakukan klarifikasi langsung dengan pemilik warung.
“Kami sudah melakukan klarifikasi dengan pemilik warung pada saat itu juga dan pemilik warung sudah minta maaf atas apa yang diucapkan karena emosional warungnya dibongkar,” jelasnya.
Taslim mengaku telah memaafkan pernyataan tersebut sehingga masalah dianggap selesai saat itu juga.
“Kami pun sudah memaafkan sehingga permasalahan itu sudah selesai pada saat itu juga,” katanya.
Tegaskan Tuduhan Tidak Pernah Terjadi
Lebih lanjut, ia meminta warganet untuk bersikap bijak dalam menyikapi video yang beredar. Ia menegaskan bahwa tudingan dalam video tersebut tidak pernah terjadi.
“Kami berharap warganet bersikaplah secara bijak karena apa yang terucap di video itu sama sekali tidak ada, sama sekali tidak benar, sama sekali tidak terjadi,” tegasnya.

















































