Ilustrasi defisit APBN. (Chat GPT)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) defisit Rp54,6 triliun per 31 Januari 2026. Program populis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih disinyalir ikut andil.
Hal itu diungkapkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki. Dia mengatakan pemerintah mengklaim defisit karena penerimaaan negara masih terbatas di awal tahun.
“Hanya jika ditelisik lebih jauh, memang ada kaitannya dengan pembiayaan pada program-program kerja yang dianggap strategis yang sdh direncanakan,” kata Marzuki kepada fajar.co.id, Jumat (27/2/2026).
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisitnya mencapai 0,21% dari total APBN. Menurut Marzuki, semua itu ada hubungan dengan program strategis pemerintah.
“Jadi memang tampaknya ada hubungan langsung dengan besarnya belanja-belanja program prioritas pemerintah yang bersifat populis, dengan jumlah rencana anggaran RP1.440-an triliun atau sekitar 37% dari total APBN,” jelasnya.
Terutama, kata Marzuki adalah MBG. Program tersebut telah menghabiskan dana jumbo.
“Terutama MBG yang sudah menggunakan anggaran pada bulan Februari sekitar Rp36 triliun atau lebih 10-an% dari total anggaran Rp335 triliun,” terangnya.
Belum lagi Kopdes Merah Putih. Program prioritas Presiden Prabowo itu akan membutuhkan anggaran yang tak kalah besarnya.
“Termasuk belanja untuk anggaran KMP, yang direncanakan akan memakan anggaran total sekitar Rp83 triliun serta program Bansos dan lainnya, sekitar Rp55 triliun,” papar Marzuki.

















































