Minyakita Kosong Berbulan-bulan di Sejumlah Pasar Jakarta

10 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Stok minyak goreng rakyat atau Minyakita di beberapa pasar di Jakarta terpantau kosong sejak beberapa bulan terakhir.

Sementara, harga rata-rata nasional bahan pokok itu masih di atas harga eceran tertinggi (HET) selama sebulan terakhir.

Mengacu Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga rata-rata nasional Minyakita adalah Rp15.961 per liter atau naik 1,67 persen di atas HET pada Jumat (10/4). HET yang ditentukan pemerintah adalah Rp15.700 per liter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Minyakita, harga rata-rata nasional minyak goreng sawit kemasan premium juga naik, menyentuh Rp21.578 per liter. Sedangkan, harga minyak goreng sawit curah menyentuh Rp19.308 per kilogram (kg).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan pada Jumat (10/4), beberapa pedagang sudah sejak lama tidak menjual Minyakita.

Elan, seorang pedagang berbagai bahan pokok di pasar tersebut mengaku dirinya sudah tidak mendapatkan pasokan Minyakita selama tiga bulan.

"Saya sudah enggak jual lagi bang, sudah tiga bulanan ini kosong. Dari sananya (supplier) juga kosong bilangnya bang," ujar Elan saat ditemui langsung, Jumat (10/4).

Elan menyampaikan untuk harga minyak goreng sawit kemasan memang tengah naik sejak minggu lalu.

Kini, ia menjual di kisaran Rp22 ribu sampai Rp23 ribu dari semula Rp20 ribu tergantung merek untuk ukuran satu liter. Sementara, minyak goreng sawit curah ia jual dengan harga Rp20 ribu per kg dari semula Rp18 ribu.

"Iya, kalau minyak goreng kemasan ini kayak merek Vipco dijual Rp22 ribu yang 1 liter, padahal sebelumnya Rp20 ribu. Terus merek tropical tuh Rp23 ribu bang," ungkap Elan.

"Kalau yang (minyak goreng sawit) curah ini sekarang Rp20 ribu, sebelumnya Rp18 ribu," tambahnya.

Senada, seorang pedagang lainnya yang tak ingin disebutkan namanya menyampaikan dirinya sudah tidak menjual Minyakita sejak akhir 2025 karena tidak mendapatkan pasokan dari distributor.

Ia pun mengungkapkan apabila ingin mendapatkan pasokan, maka harus mau membeli berbarengan dengan minyak goreng yang tidak laku.

"Sudah kosong dari sebelum tahun lalu (2025), sudah lama nggak dapat dari salesnya. Kalau mau dapet harus beli barengan sama minyak blendingan (minyak yang tidak laku) jadinya kita rugi," ungkapnya.

Kondisi Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan juga tak berbeda dengan Pasar Tebet Barat.

Seorang pedagang minyak goreng dan bahan pokok di pasar tersebut, Varna, mengatakan terakhir menjual Minyakita pada Januari lalu. Hal tersebut karena stok dari supplier juga tidak ada.

"Terakhir jual bulan Januari karena dari sananya (supplier) juga susah," jawab Varna saat ditemui langsung.

Varna pun menyebutkan harga minyak goreng sawit kemasan premium juga sedang naik tipis belakangan. Ia menjual untuk ukuran satu liter dengan harga Rp22 ribu hingga Rp23 ribu tergantung merek.

"Kalau minyak Vipco, Tropical juga lagi naik tipis sih. Ini Vipco seliter saya jual Rp22 ribu biasanya ya Rp20 ribu, Tropical Rp23 ribu biasanya Rp20 ribu juga," kata Varna

"Ya ini saya juga ambil untung cuma Rp1.000, mau enggak mau kan mas, daripada ambil untung banyak, tapi enggak banyak yang beli kan," ceritanya.

Tak jauh berbeda, seorang pedagang bahan pokok lainnya, Sodik, mengaku terakhir menjual Minyakita pada periode Ramadan. Sejak pascalebaran ia belum mendapatkan pasokan kembali.

"Terakhir jualan Minyakita pas puasa mas, abis lebaran ini kosong belum ada lagi," katanya.

Selain itu, ia pun menjual minyak goreng sawit kemasan premium dan minyak goreng sawit curah lebih tinggi dibandingkan biasanya.

"Kalau minyak kemasan Vipco seliter Rp22 ribu sebelumnya Rp20 ribu, minyak curah Rp21 ribu sebelumnya Rp19 ribu," ungkap Sodik.

[Gambas:Youtube]

(fln/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi