Jakarta, CNN Indonesia --
Pada awal tahun 2026, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) tercatat mengalami lonjakan signifikan, didorong oleh momentum Idul Fitri 1447 H. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah perjalanan wisnus secara kumulatif mencapai 319,51 juta perjalanan pada periode Januari-Maret 2026.
"Jumlah perjalanan wisnus hingga Maret 2026 mencapai 319,51 juta perjalanan. Angka ini meningkat sebesar 13,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (cumulative-to-cumulative)," kata Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (4/5).
Secara bulanan, jumlah perjalanan wisnus pada Maret 2026 mencapai 126,34 juta perjalanan. Angka ini naik 38,63 persen dibandingkan Februari 2026 (month-to-month), dan meningkat 42,10 persen dibandingkan Maret 2025 (year-on-year).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amalia menjelaskan, kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026. Pada periode arus mudik (H-8 hingga H+2), mobilitas keberangkatan wisnus mencapai 62,84 juta pergerakan, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 57,57 juta pergerakan.
Sementara itu, pada periode arus balik (H+3 hingga H+10), mobilitas kepulangan wisnus tercatat mencapai 53,85 juta pergerakan, meningkat dibandingkan 48,47 juta pergerakan pada 2025.
Sinyal positif tidak hanya datang dari wisatawan dalam negeri. Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di awal tahun tidak kalah menjanjikan mencapai 1,09 juta kunjungan per Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan, atau naik 10,50 persen dibanding Maret 2025.
"Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan pada triwiulan I 2026 mencapai US$1.345,61, dengan rata-rata lama tinggal 10,84 malam," papar Amalia.
Secara kumulatif, pada periode Januari-Maret 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 3,44 juta kunjungan, atau sekitar 8,62 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025 (c-to-c). Berdasarkan kebangsaan, wisman berkebangsaan Malaysia masih menduduki peringkat pertama yang berkunjung ke Indonesia pada Maret 2026, sebesar 186,53 ribu kunjungan (17,14 persen), diikuti oleh Australia 130,72 ribu kunjungan (12,01 persen), dan Singapura 102,82 ribu kunjungan (9,45 persen).
BPS juga mencatat adanya kenaikan wisatawan berkebangsaan India yang berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali. Jumlah kunjungan wisatawan berkebangsaan India pada Januari-Maret 2026 tercatat 157,10 ribu kunjungan, naik 3,90 persen dibandingkan Januari-Maret 2025 (c-to-c).
Secara bulanan, jumlah kunjungan wisatawan berkebangsaan India mencapai 53,80 ribu kunjungan pada Maret 2026, naik 1,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya (m-to-m). Wisatawan tersebut rata-rata menghabiskan waktu di Indonesia selama 7,02 malam. Share wisatawan asal India sendiri pada Maret 2026 tercatat 4,94 persen dari seluruh wisatawan mancanegara ke Indonesia.
"Pada Maret 2026, total kunjungan wisatawan asal India ke Indonesia tercatat sejumlah 53,80 ribu kunjungan, dan sebagian besar masuk melalui bandar udara Ngurah Rai, sebesar 42,46 ribu kunjungan atau 78,92 persen dari total wisatawan asal India yang masuk ke Indonesia," pungkas Amalia.
(rea/rir)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
2

















































