Penjahat Justru Muncul dari Aspol, Slogan Kapolda Sulsel Diragukan, Kriminolog UNM: hanya Pernyataan Klasik

6 hours ago 1
Kriminolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Heri Tahir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Slogan Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro, yang menyatakan akan “menjadikan Sulsel tempat paling tidak aman bagi pelaku kejahatan” kembali diragukan.

Pernyataan tersebut dianggap perlu dibuktikan dengan langkah konkret, bukan sekadar retorika.

Kriminolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Heri Tahir, mengatakan bahwa slogan semacam itu kerap muncul setiap kali terjadi peristiwa besar.

Namun, menurutnya, yang paling penting adalah konsistensi dalam penegakan aturan.

“Itukan sebenarnya hanya pernyataan-pernyataan klasik, apabila terjadi suatu peristiwa dikatakan begitu,” ujar Prof Heri kepada fajar.co.id, Jumat (27/2/2026).

Ia mempertanyakan sejauh mana komitmen tersebut benar-benar dijalankan di lapangan.

“Tetapi kita melihat apakah betul-betul? Ini harus tindakan tegas,” tegasnya.

Evaluasi Internal Polri

Prof Heri juga menyinggung masih maraknya kasus yang melibatkan oknum aparat.

Mantan WR III UNM ini menilai bahwa pembenahan internal menjadi kunci utama jika ingin membangun kembali kepercayaan publik.

“Kalau di lingkungan Polri ini tampaknya memang banyak kasus yang melibatkan oknum yah,” imbuhnya.

Karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap anggota kepolisian.

“Harus dilakukan evaluasi terhadap anggota Polri kita yah. Bukan cuma kasus ini (Bripda DP) yah, ini baru-baru dengar juga ada yang terlibat narkoba dan sebagainya,” terangnya.

Ketegasan Jadi Kunci

Menurut Guru Besar UNM tersebut, institusi kepolisian harus tampil sebagai teladan dalam penegakan hukum.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi