Pertamina dan Apache Bahas Sinergi Pengembangan Reservoir Kompleks

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) berdiskusi strategis dengan Apache Corporation terkait peluang pengembangan operasi hulu minyak dan gas bumi, dengan fokus pada penguatan kolaborasi pengembangan reservoir konvensional dan non konvensional guna mendukung peningkatan produksi minyak nasional.

Diskusi membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari pengembangan aset hulu migas di Indonesia, potensi kolaborasi internasional, hingga penjajakan minat investasi dan peluang eksplorasi Apache di Indonesia. Pertemuan dihadiri oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Senior Vice President, U.S. Assets & Corporate Development Apache Corporation Scott Grandt, serta jajaran manajemen.

Salah satu topik utama adalah pengembangan low quality reservoir melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Multi-Stage Fracturing (MSF). Teknologi ini dinilai memiliki potensi untuk mendukung optimalisasi produksi lapangan migas nasional, khususnya pada reservoir dengan karakteristik yang lebih kompleks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, kedua perusahaan turut menjajaki potensi pengembangan unconventional reservoir yang dinilai memiliki prospek menarik di tengah dinamika keekonomian energi dan perkembangan rantai pasok global saat ini.

Pertamina menekankan pentingnya membangun ekosistem pengembangan migas non konvensional yang kompetitif, didukung skema fiskal yang menarik, kepastian regulasi, penguatan supply chain, serta kolaborasi dengan mitra strategis global yang memiliki pengalaman teknis dan operasional.

Pertamina juga membuka peluang partnership pada aset-aset migas domestik milik perusahaan, serta menjajaki potensi kolaborasi pada aset internasional. Pembahasan turut mencakup penguatan strategi merger and acquisition (M&A) guna memperkuat portofolio dan mendukung pertumbuhan bisnis hulu migas secara global.

Saat ini, Pertamina memiliki portofolio internasional yang terus berkembang, termasuk operasi luar negeri dengan produksi sekitar 200 ribu barel oil per day (KBOPD).

Selain itu, Pertamina juga memperkuat partisipasi pada sejumlah proyek strategis global dan domestik, termasuk rencana pengembangan wilayah kerja di Cekungan Kutai bersama Eni S.p.A., serta pengembangan Lapangan Abadi Masela bersama INPEX Corporation dan Petronas.

Apache menyampaikan bahwa strategi internasional saat ini fokus pada pertumbuhan aset yang mampu memberikan value creation secara berkelanjutan melalui pendekatan organik. Apache sendiri telah memiliki pengalaman mengelola aset migas konvensional onshore di Mesir, serta pengembangan operasi di kawasan Permian Basin, Amerika Serikat.

Pertamina menyatakan kini telah memulai pengeboran dengan pendekatan Multi-Stage Fracturing sebagai bagian dari langkah percepatan peningkatan produksi migas konvensional di Indonesia, juga bersiap melakukan pengeboran sumur appraisal horizontal migas non konvensional.

Adapun penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung agenda Asta Cita, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas, penguatan teknologi, serta perluasan kemitraan strategis global guna mendukung keberlanjutan pasokan energi Indonesia di masa depan.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi