FAJAR.CO.ID - Polemik sengit antara Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dan Guru Besar Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar kini berpeluang naik kelas menjadi debat terbuka yang disiarkan secara langsung di televisi nasional. Kompas TV menyatakan kesiapan menjadi fasilitator dalam program Rosi yang dipandu jurnalis senior Rosianna Silalahi.
Debat ini akan menjadi arena adu argumentasi ilmiah yang membahas satu per satu kasus HAM di Indonesia secara konkret, bukan sekadar retorika atau saling sindir di media sosial. Zainal Mochtar, yang mengaku ingin "belajar memahami HAM" langsung dari Pigai, menyatakan kesiapannya menunggu jawaban final terkait waktu dan tempat debat.
Kompas TV Siap Fasilitasi Debat Terbuka
Zainal mengungkapkan bahwa Rosianna Silalahi telah menawarkan panggung debat dalam acara Rosi di Kompas TV. Ia menulis di media sosial:
"Baru aja dicolek mbak @Rosianna766Hi katanya dia sediakan tempat dan waktu di acara Rosi @KompasTV … Gimana Pak @NataliusPigai2?"
Tawaran ini mengubah dinamika polemik dari perang pernyataan menjadi kemungkinan debat terbuka yang bisa disaksikan publik secara langsung.
Tantangan Debat dan Respon Pigai
Zainal menantang Pigai untuk mendiskusikan kasus HAM satu per satu secara ilmiah.
"Saya setuju dgn bapak, seringkali profesor itu dibesar2kan saja. Sy izin mau belajar memahami HAM dari bapak. Sy mau diskusi dan debatkan satu persatu kasus HAM di Indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu."
Menanggapi tantangan itu, Natalius Pigai menyatakan kesediaannya untuk debat secara langsung dan live di televisi nasional.
"Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar2 mau ajari anda soal HAM agar paham."
Ia juga menyarankan Zainal untuk menonton tayangan dirinya dengan Fadli Zon di YouTube sebagai tambahan ilmu sebelum debat berlangsung.
"Jujur saya sangat mau biar rakyat Indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Prof."
Siapa yang Memiliki Kuasa Mengatur Debat?
Diskusi sempat menyentuh siapa yang memiliki akses untuk menghubungi televisi nasional sebagai penyelenggara debat. Zainal menegaskan keterbukaannya untuk belajar dan berharap ada stasiun TV yang memfasilitasi.
















































