FAJAR.CO.ID - Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga, Henri Subiakto, menilai masa depan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sangat bergantung pada respons pemerintah terhadap tantangan politik dan ekonomi yang semakin kompleks. Ia menegaskan, prediksi pengamat politik Rocky Gerung yang menyebut Prabowo tak akan bertahan hingga 2029 bisa menjadi kenyataan jika pemerintah mengabaikan aspirasi rakyat dan tidak melakukan evaluasi kebijakan secara serius.
Henri menjelaskan bahwa tekanan politik dan ekonomi di dalam negeri berpotensi meningkat. "Keadaan yang memburuk secara politik dan ekonomi di dalam negeri bisa dimanfaatkan oleh kekuatan politik tertentu untuk menggoyang pemerintah," katanya dalam analisisnya.
Tekanan Politik dan Ekonomi Global
Menurut Henri, sejumlah kebijakan yang menimbulkan polemik di masyarakat berpotensi memicu kekecewaan luas terhadap pemerintahan Prabowo. Selain itu, ia juga mengingatkan dampak tekanan ekonomi global, terutama potensi kenaikan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik internasional.
Henri menyoroti kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dapat memperumit konflik global di kawasan Teluk, sehingga berisiko memicu krisis ekonomi global yang berdampak pada perekonomian nasional.
Potensi Penguatan Pemerintahan Prabowo
Kendati demikian, Henri juga melihat peluang bagi Prabowo untuk menguat jika mampu merespons aspirasi masyarakat dengan tepat. "Kunci utama adalah kemampuan pemerintah membaca situasi dan bertindak cepat terhadap berbagai kritik yang muncul," jelasnya.
Henri menegaskan bahwa kepemimpinan yang tegas dan adaptif dalam menghadapi tekanan ekonomi global serta dinamika politik dalam negeri dapat meningkatkan dukungan publik terhadap Prabowo.


















































