Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.424 per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5) sore. Mata uang Garuda melemah 30 poin atau 0,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pada perdagangan hari ini, rupiah sempat tertekan hingga ke level terendah Rp17.455 per dolar AS.
Pergerakan rupiah diikuti mata uang di kawasan Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang tercatat melemah, seperti yuan China yang turun 0,16 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,18 persen, dan yen Jepang yang melemah 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, mata uang Asia lainnya justru menguat, antara lain peso Filipina yang naik 0,03 persen, dolar Singapura menguat 0,02 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,37 persen. Adapun dolar Hong Kong melemah tipis 0,04 persen.
Di sisi lain, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Euro Eropa turun 0,01 persen dan dolar Australia melemah 0,08 persen. Sedangkan poundsterling Inggris menguat 0,08 persen, dolar Kanada naik 0,07 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,06 persen.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan tekanan terhadap rupiah berasal dari penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
"Sentimen pasar masih rapuh setelah eskalasi militer antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Kondisi ini mendorong dolar AS menguat dan menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com.
Ia menambahkan, ketegangan tersebut juga berdampak pada ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.
"Sentimen pasar tetap rapuh setelah pertukaran militer yang kembali terjadi pada hari Senin, ketika pasukan AS dan Iran melancarkan serangan baru di Teluk karena kedua pihak berupaya untuk menegaskan kendali atas jalur air strategis tersebut," ujarnya.
Dari dalam negeri, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid, tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan.
Ia memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.
Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.430 hingga Rp17.450 per dolar AS pada perdagangan berikutnya.
(lau/sfr)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1

















































