FAJAR.CO.ID - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) tengah merancang pembukaan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026 dengan kuota besar mencapai 160.000 formasi.
Kuota ini disiapkan berdasarkan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pensiun pada tahun 2025 dan membutuhkan pengganti di tahun berikutnya.
Rini, pejabat KemenPANRB, menegaskan bahwa pembukaan pendaftaran CPNS 2026 harus melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mempersiapkan anggaran yang diperlukan. Ia menambahkan bahwa pengumuman pembukaan seleksi CPNS tidak dapat dilakukan secara mendadak tanpa mengetahui kebutuhan kompetensi yang tepat.
"Karena untuk pensiun sendiri kan, pensiun tahun 2025 itu yang akan dipekerjakan tahun 2026 itu kan kami sudah ada datanya sekitar 160.000 begitu ya," katanya saat ditemui.
"Dan kami sudah mengajukan kepada Menteri Keuangan mengenai kesiapan anggarannya begitu kan. Enggak bisa ujuk-ujuk kami umumkan, enggak bisa. Harus tahu kompetensinya," jelasnya.
Data Pensiunan ASN di Sulawesi Selatan Sebagai Contoh
Sebagai gambaran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengungkapkan data ASN yang memasuki masa pensiun. Pada tahun 2025, jumlah ASN yang pensiun terdiri dari 1.086 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 23 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), total 1.109 orang.
Sementara itu, untuk tahun 2026, diperkirakan ada 1.029 PNS dan sekitar 120 PPPK yang memasuki masa pensiun, sehingga total mencapai 1.149 ASN.
















































