Jakarta -
Kasus meninggalnya DA (37), cucu dari komedian legendaris Mpok Nori, masih terus didalami polisi. Keluarga korban pun kini berharap pelaku mendapat hukuman setimpal.
Pada Selasa (24/3) malam, keluarga DA menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. DA diketahui meninggal dunia diduga dibunuh oleh mantan suaminya, Fuad, di kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3).
Kakak korban, Dian Puspitasari, mengatakan pemeriksaan yang dilakukan penyidik mencakup banyak hal terkait kejadian tersebut.
"Banyak, kita nggak dihitung. Semuanya menyangkut kejadian kemarin itu," kata Dian di Polda Metro Jaya.
Ia menyebut ada empat orang keluarga yang dimintai keterangan, termasuk ibu dan iparnya. Bahkan, pemilik kontrakan tempat kejadian juga ikut diperiksa.
"Kita dari empat orang. Ibu saya, ada saya, sama ipar. Iya, yang punya kontrakan juga, yang masuk ke kontrakan tersangka," ungkapnya.
Dian mengaku tidak bertemu langsung dengan pelaku selama berada di kantor polisi. Namun, beberapa anggota keluarganya sempat melihat tersangka saat digiring petugas.
"Kita nggak ketemu. Cuma adik-adik saya yang ketemu, itu juga nggak sengaja pas dia lagi digiring," ujarnya.
Saat pemeriksaan, penyidik juga menanyakan soal komunikasi terakhir korban sebelum kejadian.
"Ya sekitaran itu saja yang ditanyain," katanya.
Dian juga menegaskan, tidak ada interaksi ataupun permintaan maaf dari pelaku kepada keluarga korban.
"Kita mau ngomong apa, ya? Orang cuma dia lewat doang. Dia juga mungkin nggak tahu kalau ada kita," ucapnya.
Kini, keluarga memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
"Ya kita tinggal nunggu dari bapak polisi. Saya juga makasih banget sama penyidik sudah sampai hari ini masih bantuin kita," ujar Dian.
Harapan terbesar keluarga adalah agar pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya.
"Supaya dihukum seberat-beratnya pelaku," ucapnya.
"Dihukum seberat-beratnya. Ya gitu saja, makasih ya. Maaf ya. Semoga cepat pokoknya cepat selesai, terus dihukum yang setimpal dengan perbuatannya," lanjut Dian.
Adik korban, Dana Safiah, juga mengungkap dugaan adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami korban semasa hidup.
"Kalau KDRT bisa dibilang iya, tapi untuk selanjutnya nanti kita lihat perkembangannya saja," ujar Dana.
Ia juga membenarkan bahwa korban pernah mengalami keguguran hingga tiga kali selama berumah tangga dengan pelaku.
"Kalau itu benar adanya. Kalau keguguran, iya benar," ucapnya.
Meski begitu, Dana enggan membahas lebih jauh soal motif atau latar belakang kejadian, termasuk isu perselingkuhan yang sempat beredar.
"Kalau itu saya nggak mau bahas terlalu panjang. Yang penting tolong dibantu terus saja biar perkembangan ini makin berlanjut, dan pelaku dihukum seadil-adilnya," pungkasnya.
(yoa/and)
Loading ...

5 hours ago
1

















































