Jakarta -
Beberapa hari terakhir, cuaca di Jakarta terasa lebih panas dari biasanya.
Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan kondisi ini terjadi karena sinar matahari yang sangat kuat menyorot tanpa adanya tutupan awan.
"Kondisi udara yang terasa lebih panas belakangan ini umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang cukup kuat, tutupan awan pada siang hari yang tidak merata," ucap Ida dalam laporan dari detikcom.
Selain karena sinar matahari yang tidak tertutup awan, cuaca panas terjadi karena peralihan musim. Momen ini membuat cuaca pada pagi hingga siang hari akan terasa lebih terik.
"Serta karakteristik masa peralihan musim, di mana cuaca pada pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal," lanjutnya.
Musim kemarau juga berpotensi datang lebih awal di Indonesia. Ida memprediksi musim kemarau 2026 akan terjadi di sebagian besar di wilayah Indonesia mulai April mendatang.
"BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April (114 ZOM; 16,3%), Mei (184 ZOM; 26,3%), dan Juni 2026 (163 ZOM; 23,3%), diawali dari wilayah Nusa Tenggara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya,"tuturnya.
"Pada saat ini, musim kemarau sudah memasuki beberapa wilayah di Pulau Jawa, sehingga pola cuaca didominasi kondisi cerah hingga berawan tebal, namun masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah," imbuh Ida.
Sementara Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyebut cuaca panas terik yang terjadi di Jakarta terjadi bukan hanya karena kemarau yang datang lebih awal melainkan ada faktor atmosfer yang memengaruhi situasi tersebut.
"Cuaca panas di Jakarta belakangan ini bukan semata karena kemarau datang lebih awal, melainkan dipengaruhi kombinasi faktor atmosfer, setelah hujan lebat beberapa hari lalu, langit menjadi cerah sehingga radiasi matahari terasa lebih terik,"jelas Guswanto.
Suhu panas juga terjadi karena radiasi matahari dan gerak semu matahari. Pergerakan itu juga memengaruhi suhu di Indonesia menjadi lebih panas.
"Radiasi matahari, langit cerah berarti sinar matahari langsung mengenai permukaan tanpa banyak awan penghalang, sehingga panas terasa lebih panas," jelas dia.
"Ditambah pula kondisi saat ini gerak semu matahari sedang bergerak ke arah utara dari khatulistiwa, sehingga wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan (termasuk Jakarta) menerima paparan sinar matahari lebih tegak di siang hari. Inilah yang membuat cuaca terasa lebih terik meski belum masuk musim kemarau penuh," tambahnya.
(agn/agn)
Loading ...

4 hours ago
3

















































