Unjuk Rasa di Mapolda DIY Disorot, Desakan Reformasi Polri Meningkat Pasca Kasus Pelajar Tual

3 hours ago 1
Ilustrasi Reformasi Polri. (ChatGPT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Aksi unjuk rasa di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dipicu dugaan penganiayaan anggota Brimob terhadap seorang siswa MTs di Kota Tual, Maluku, mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Dinilai Berpotensi Jadi Tragedi Nasional

Salah satunya datang dari Pengamat Politik, Heru Subagia. Ia menyebut peristiwa tersebut bukan sekadar insiden biasa, melainkan gejala yang berpotensi memicu ledakan sosial politik jika tidak ditangani secara tepat.

“Ini menjadi ledakan sosial politik yang kemungkinan jika tidak dipahami, ditindaklanjuti, ini menjadi sebuah tragedi nasional dengan eskalasi mengerikan,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Jumat (27/2/2026).

Lanjut dia, situasi yang terjadi belakangan ini memperlihatkan ketegangan yang kian terbuka antara aparat dan masyarakat.

“Karena mempertontonkan kekejaman, kebiadaban, dan vandalisme anak bangsa yang melibatkan masyarakat dan penegak hukum,” ucapnya.

Eskalasi Konflik Polisi dan Masyarakat

Dikatakan Heru, dalam beberapa waktu terakhir, aparat kepolisian kerap berhadapan langsung dengan mahasiswa, pelajar, maupun kelompok masyarakat lainnya. Kondisi ini, kata dia, berujung pada eskalasi yang semakin ekstrem.

“Kalau kita lihat akhir-akhir ini, Polisi terlibat dan berhadapan langsung dengan masyarakat, baik itu mahasiswa, pelajar, dan masyarakat," Haru menuturkan.

"Pada akhirnya menimbulkan eskalasi ekstrem, dalam beberapa hari ini viral seorang polisi membunuh pelajar,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa rentetan peristiwa tersebut mempercepat desakan publik agar reformasi di tubuh Polri segera dilakukan.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi