Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah kembali mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah setelah menyentuh level Rp18.029 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6) pagi.
Melansir Bloomberg, mata uang Garuda terpantau melemah 63 poin atau 0,35 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah membuat biaya impor menjadi lebih mahal. Dampaknya bisa merembet ke harga berbagai barang dan jasa yang bergantung pada bahan baku, komponen, atau transaksi dalam dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir berbagai sumber, berikut daftar barang yang berpotensi mengalami kenaikan harga jika pelemahan rupiah berlanjut:
1. BBM dan produk energi
Minyak mentah dunia diperdagangkan menggunakan dolar AS. Pelemahan rupiah membuat biaya impor energi meningkat sehingga berpotensi menekan harga BBM, gas, hingga biaya distribusi barang.
2. Ponsel dan gadget
Produk seperti ponsel, tablet, smartwatch, kamera, hingga konsol gim umumnya diproduksi di luar negeri atau menggunakan komponen impor. Kenaikan dolar AS dapat mendorong harga jual produk-produk tersebut.
3. Laptop dan perangkat elektronik
Laptop, televisi, monitor, hingga peralatan elektronik rumah tangga juga rentan mengalami kenaikan harga karena masih bergantung pada komponen impor.
4. Mobil dan sepeda motor
Industri otomotif nasional masih menggunakan banyak komponen dari luar negeri. Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi dan harga kendaraan.
5. Suku cadang kendaraan
Tak hanya kendaraan baru, harga sparepart dan aksesoris kendaraan juga berpotensi naik karena sebagian besar komponennya diimpor.
6. Obat-obatan dan alat kesehatan
Industri farmasi Indonesia masih mengandalkan bahan baku impor. Kondisi ini membuat harga obat, vitamin, hingga alat kesehatan berpotensi terdampak pelemahan rupiah.
7. Makanan dan minuman impor
Produk seperti susu, gandum, cokelat, buah-buahan, hingga daging impor berisiko mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya biaya impor.
8. Produk fesyen impor
Pakaian, tas, sepatu, dan aksesori dari merek luar negeri biasanya dipatok menggunakan dolar AS. Pelemahan rupiah dapat membuat harga produk tersebut semakin mahal.
9. Bahan baku industri
Sejumlah sektor industri masih mengimpor bahan baku seperti plastik, logam, bahan kimia, dan mesin produksi. Kenaikan biaya impor berpotensi diteruskan ke harga barang jadi.
10. Tiket pesawat dan liburan ke luar negeri
Biaya operasional maskapai, mulai dari avtur hingga perawatan pesawat, banyak menggunakan dolar AS. Selain itu, pelemahan rupiah juga membuat biaya hotel, transportasi, dan belanja selama perjalanan ke luar negeri menjadi lebih mahal.
(lau/ins)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
2

















































