Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan sebanyak 2.162 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ditutup sementara di tengah sorotan publik terkait kualitas makanan.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan hingga Senin (30/3), program MBG telah menjangkau sekitar 61,68 juta penerima manfaat di 38 provinsi dengan total 26.066 dapur yang beroperasi.
Namun, sebanyak 2.162 dapur harus ditutup sementara. Adapun rinciannya, sebanyak 1.789 dapur berstatus suspend, 368 dapur mendapat peringatan pertama (SP1), dan lima dapur mendapat peringatan kedua (SP2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebanyak 26.066 SPPG telah beroperasi. Dengan 2.162 ditutup sementara. Yang di-suspend 1.789, (dapat) SP1 368, (dapat) SP2 5. Totalnya 2.162," kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
Ia menjelaskan penutupan sementara tersebut dilakukan terhadap dapur yang belum memenuhi standar, termasuk aspek higiene dan sanitasi.
Pemerintah, kata dia, terus melakukan penertiban seiring besarnya skala program MBG yang kini menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
"Ini yang enggak tertib, belum memenuhi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dan lain-lain. Jadi kita terus-menerus melakukan penyempurnaan," ujarnya.
Zulhas menambahkan sebagian besar dapur yang ditutup berstatus suspend atau penghentian sementara agar dapat melakukan perbaikan. Jika tidak memenuhi ketentuan, maka operasionalnya berpotensi dihentikan permanen.
"Tapi 1.789 di-suspend agar bisa diperbaiki. Kalau enggak diperbaiki ya kita tutup," katanya.
Dalam kesempatan sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan sebagian besar penutupan disebabkan belum terpenuhinya persyaratan administratif dan teknis, seperti SLHS serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
"Yang pertama karena belum daftar SLHS. Kemudian ada juga yang sudah daftar SLHS tapi satu bulan tidak keluar. Jadi meskipun ada SPPG yang bagus sekali, SLHS-nya tidak keluar nih satu bulan, kita suspend dulu," ujar Dadan.
Selain itu, temuan makanan yang tidak sesuai standar selama pelaksanaan program, termasuk yang sempat viral di media sosial, juga menjadi alasan penghentian sementara operasional dapur.
"Kalau di selama Ramadan kemarin kan ada 62 SPPG yang menghasilkan menu kurang sesuai. Nah, itu yang membuat ramai media sosial, kita hentikan dulu supaya mereka memperbaiki diri," kata Dadan.
Ia menambahkan penghentian ini bersifat sementara dan dapat dicabut setelah dapur memenuhi seluruh persyaratan, termasuk penyediaan IPAL dan kelengkapan dokumen sanitasi.
(del/ins)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
1
















































