CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2026 10:45 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa kepribadian dari orang yang lebih suka duduk di kursi dekat jendela. (iStockphoto/urbazon)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kursi mana yang kamu pilih saat naik transportasi umum seperti bus, kereta, atau pesawat? Jika kursi pinggir jendela yang dipilih, maka bisa jadi kamu punya beberapa kepribadian ini.
Dalam bertransportasi umum, setiap orang punya preferensi masing-masing soal posisi duduk. Ada yang lebih suka duduk di samping lorong, tapi ada juga yang lebih senang menikmati perjalanan dari pinggir jendela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi sebagian orang, duduk di pinggir jendela memberikan kenikmatan tersendiri. Kamu bisa duduk menyender ke pinggir sambil melihat-lihat pemandangan di luar.
Tapi, ternyata pilihan kursi di transportasi umum bukan sekadar preferensi. Lebih dari itu, kebiasaan ini ternyata menyimpan makna kepribadian tertentu di baliknya. Apa saja? Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.
1. Suka mengontrol atau memegang kendali
Mengutip Sydney Morning Herald, psikolog Becky Spelman mengatakan, penumpang yang menyukai kursi dekat jendela umumnya suka mengendalikan keadaan.
Mereka lebih senang mengendalikan lingkungan sekitar. Dalam beberapa kasus, mereka juga tipe pribadi yang hidup dalam dunianya sendiri.
Mereka tak terlalu suka berinteraksi dengan dunia luar. Mereka merasa sudah cukup dengan hal-hal yang dianggap sesuai dengan preferensi atau kesenangan masing-masing.
2. Introvert dan pemikir
Duduk di pinggir berbatasan langsung dengan jendela membuat seseorang tak perlu berinteraksi dengan orang di sekitarnya. Tak heran jika orang yang lebih senang duduk di pinggir jendela cenderung introvert.
Seorang introvert sendiri umumnya menyukai kesendirian atau lingkungan tenang. Alih-alih bahagia, mereka kerap merasa lelah saat harus lama-lama bersosialisasi. Duduk di pinggiran atau pojokan jadi tempat terbaik bagi para introvert untuk menghindari interaksi.
3. Menyukai ketenangan
Kursi di samping lorong umumnya cenderung lebih bising. Di kursi ini, kamu harus berhadapan dengan pramugari/a yang lewat, orang yang pergi ke toilet, dan masih banyak lagi. Tapi, hal yang sama tidak berlaku bagi kursi samping jendela.
Mengutip Huff Post, kursi samping jendela membuat seseorang tak perlu menghadapi lalu lalang orang yang lewat, baik itu petugas maupun penumpang lain. Suasana di kursi samping jendela juga cenderung lebih tenang.
4. Imajinatif
Beberapa orang memilih kursi samping jendela karena ingin bebas menikmati pemandangan sepanjang perjalanan. Orang seperti ini umumnya imajinatif dan reflektif.
Mereka membutuhkan rangsangan dari pemandangan luar untuk merenung dan bahan inspirasi. Aktivitas ini sering dikaitkan dengan orang-orang di industri seni dan kreatif.
Kendati demikian, gambaran di atas tak bisa begitu saja dijadikan patokan. Ada banyak alasan yang membuat seseorang memilih kursi dekat jendela, mulai dari kenyamanan hingga kondisi medis tertentu.
(asr)
Add
as a preferred source on Google

1 hour ago
2

















































