40 Negara Gelar Rapat Hari Ini Bahas Nasib Selat Hormuz

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 40 negara akan bertemu pada Jumat (17/4) ini untuk membahas masalah navigasi di Selat Hormuz.

Reuters melaporkan Prancis dan Inggris akan memimpin pertemuan tersebut dengan tujuan memastikan Selat Hormuz bebas navigasi seperti sedia kala.

Menurut nota yang dikirim kepada negara-negara undangan, pertemuan ini juga akan membahas tantangan ekonomi yang dihadapi industri pelayaran serta keselamatan lebih dari 20 ribu pelaut yang terdampar di kapal di sekitar Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalur maritim di Selat Hormuz ditutup Iran usai Teheran diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari. Penutupan ini telah mengakibatkan harga minyak dunia melambung lantaran selat tersebut bertanggung jawab atas 20 persen lalu lintas minyak dan gas dunia.

Per Senin (13/4), AS ikut memblokade Selat Hormuz setelah negosiasi damai AS-Iran di Pakistan gagal mencapai mufakat.

Sejumlah negara telah menentang blokade tersebut, namun AS bersikeras langkah itu diperlukan agar Iran kembali ke meja perundingan.

Presiden AS Donald Trump telah meminta negara-negara sekutu ikut membantu memblokade demi meningkatkan tekanan ke Iran.

Kendati begitu, Inggris, Prancis, dan negara-negara lain menyatakan bahwa bergabung dalam blokade sama saja ikut serta dalam perang. Akan tetapi, mereka bersedia membantu menjaga selat tetap terbuka setelah gencatan senjata permanen tercapai atau konflik berakhir.

Dalam dokumen yang sama, disebutkan bahwa pertemuan pada Jumat juga akan menguraikan persiapan untuk pengerahan militer multinasional yang bersifat defensif guna memastikan kebebasan navigasi.

Pembicaraan pada Jumat ini sendiri tidak melibatkan AS maupun Iran. Para diplomat Eropa, meski begitu, berpandangan bahwa misi ini pada akhirnya harus dikoordinasikan dengan kedua negara.

Menurut Reuters, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni akan hadir secara langsung di Paris. Sementara para pejabat lain akan bergabung via konferensi video.

China diundang untuk hadir di pertemuan ini. Namun, belum jelas apakah Beijing akan berpartisipasi.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi