50 Ribu Tentara AS di Timteng 'Lontang-Lantung' usai Perang Berakhir

22 hours ago 9
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat di Timur Tengah 'lontang-lantung usai pemerintah yang berbasis di Washington mengumumkan telah mengakhiri perang dengan Iran.

Sejak AS dan Israel meluncurkan serangan brutal ke Iran pada Februari, Presiden Donald Trump mengerahkan tentara tambahan hingga 10.000 personel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum perang pecah, menurut pejabat militer AS, jumlah tentara yang ada di kawasan Timur Tengah tercatat 40.000. Mereka tersebar di berbagai negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Iraq, Suriah, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

Dengan demikian, jika dijumlahkan total personel militer AS di Timur Tengah mencapai lebih dari 50.000. Angka pasti itu kian rumit karena sebagian pasukan dipindah ke berbagai pangkalan AS di negara Teluk usai Iran meluncurkan serangan balasan.

Kini, nasib tentara AS tak tentu usai pemerintah mengumumkan sudah mengakhiri perang dengan Iran tanpa menyinggung soal penarikan pasukan.

"Operasi itu sudah selesai. Epic Furry, sebagaimana diberitahukan presiden ke Kongres, kami sudah menuntaskan tahap tersebut. Kami sudah mencapai tujuan operasi itu," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa (5/5).

Berikut daftar pasukan AS yang dikerahkan ke Timur Tengah dan masih ada di sana, dikutip New York Times.

Divisi lintas Udara ke-82

Menurut berbagai laporan ada sekitar 2.000 pasukan terjun payung yang dikerahkan AS ke Timur Tengah. Mereka dikirim usai Trump sesumbar bakal menginvasi pusat ekspor minyak Iran Pulau Kharg.

Para pakar bahkan sempat menduga pasukan ini akan ditugaskan untuk merebut lapangan terbang Iran. Meski diancam Trump nyaris setiap waktu, Teheran senantiasa siaga dan tak takut soal invasi tersebut.

Unit Ekspedisi Marinir ke-31

Trump juga mengerahkan 2.500 marinir dan 2.500 personel Angkatan Laut ke Timur Tengah. Angka ini turut menambah jumlah pasukan yang menembus lebih dari 50.000.

Meski dikerahkan, sejauh ini tak jelas apa tugas ribuan marinir tersebut. Pejabat Gedung Putih sempat mengatakan mereka bakal ditugaskan merebut pulau atau wilayah Iran lain.

Pasukan Operasi Khusus

Pada Maret lalu, pasukan operasi khusus AS tiba di Timur Tengah. Menurut sumber yang mengetahui soal ini, mereka akan ditugaskan menghancurkan fasilitas nuklir Iran.

2 kapal induk AS

Selama perang dengan Iran, AS juga mengerahkan dua kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS George HW Bush. Tiap kapal induk berisi lebih dari personel.

Dengan demikian, jika dikalkulasikan dua kapal itu mengangkut lebih dari 10.000 personel militer AS.

Kapal induk Bush dikerahkan ke Timur Tengah usai melakukan operasi di perairan Karibia, saat AS meyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro.

Kedua kapal itu siaga di Laut Arab dan meluncurkan serangan dari sana.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi