Jakarta, CNN Indonesia --
DPR mewanti-wanti pemerintah perihal penambahan unsur TNI dan Polri sebagai petugas haji Indonesia.
Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta agar penambahan personel dari unsur TNI dan Polri untuk memperkuat perlindungan jemaah haji, jangan sampai mengurangi kuota bagi petugas haji.
Dia mengatakan demikian, karena kuota petugas haji sudah diatur dalam regulasi penyelenggaraan haji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, dia mengatakan tugas pokok dan fungsi TNI-Polri sebagai pelindung jemaah harus tetap dibedakan dari tugas pelayanan haji.
"Sehingga penempatannya perlu berada dalam skema tersendiri dan tidak menggerus alokasi petugas haji," kata Dini di Jakarta, Jumat (16/1) seperti dikutip dari Antara.
Walaupun demikian, pihaknya menyambut baik langkah Kementerian Haji dan Umrah yang menyiapkan personel tambahan dari unsur TNI dan Polri.
Dengan tantangan operasional yang besar dan kondisi layanan di Tanah Suci yang sangat dinamis, menurut dia, aspek perlindungan memang perlu diperkuat.
Dia pun mengaku tak masalah jika jumlah penambahannya naik dua kali lipat, selama penugasannya jelas sebagai pelindung jemaah dan penguatan keamanan.
Intinya, dia mengatakan bahwa seluruh kebijakan ini harus bermuara pada satu hal, yaitu memastikan perlindungan jemaah dilakukan secara maksimal.
"Penguatan unsur TNI tidak menjadi persoalan sepanjang kuota petugas haji tetap dijaga dan fungsi perlindungan jemaah benar-benar dioptimalkan," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah menyatakan jumlah petugas haji yang berasal dari unsur TNI dan Polri akan ditambah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan bahwa penambahan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Penambahan petugas dari TNI-Polri 100 persen
Menteri Haji dan Umrah Mochmmad Irfan mengatakan ada penambahan menambah petugas haji dari unsur TNI/Polri hingga 100 persen. Hal itu, katanya, dilakoni sebagai upaya untuk memperkuat layanan bagi jamaah-khususnya jamaah lanjut usia-pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Tahun kemarin petugas dari TNI dan Polri ada 70 orang sekian. Hari ini kita tambah menjadi 170 sekian, jadi 100 persen lebih dalam rangka untuk memastikan pelayanan kepada jamaah haji, pelayanan terbaik," ujar Menhaj RI Mochammad Irfan Yusuf di Jakarta, Rabu (15/1).
Irfan Yusuf mengatakan penambahan petugas merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan kepada jamaah calon haji semakin optimal.
Selain meningkatkan jumlah personel dari unsur keamanan, Kemenhaj juga memberi perhatian khusus pada aspek kesehatan jamaah.
"Tenaga kesehatan ditambah, tetapi yang lebih penting lagi adalah pemeriksaan kesehatan awal yang harus dilakukan lebih serius," ujar Irfan.
Saat itu Irfan mengaku belum mendapat informasi detail mengenai jumlah nakes yang ditambah.
"Nakes-nya saya angkanya belum tahu persis," katanya.
Kemenhaj menggelar pendidikan dan latihan (diklat) bagi para calon petugas haji di Asrama Haji, Pondok Gede, sepekan terakhir ini.
Ada sekitar 1.600 calon petugas haji yang digembleng di sana, bukan hanya dari segi pelayanan kehajian, tetapi juga fisik dan mental lewat diklat ala militer.
Di bawah komando tegas dari personel TNI dan Polri, calon-calon petugas haji tersebut memulai hari dengan latihan baris-berbaris selama sepekan ini.
Usai memimpin apel pagi dan lari bersama peserta diklat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (17/1) pagi, Dahnil mengungkapkan ada transformasi persepsi yang signifikan dari para peserta setelah sepekan ditempa personel dari TNI dan Polri.
Dia bilang diklat calon petugas haji tahun 2026 yang dilaksanakan secara semimiliter memang ditujukan untuk membangun nilai kedisiplinan, bukan hanya sekadar melatih fisik.
Mulanya, klaim dia, banyak peserta yang merasa skeptis bahkan mencibir metode pelatihan yang dianggap tidak relevan.
"Di awalnya mereka itu mencibir, mungkin wartawan juga begitu. Berpikir ini militerisme, ngapain sih Kementerian Haji dan Umrah semimiliter? Tapi faktanya, setelah satu minggu mereka lalui, yang mereka temukan justru kegembiraan," ujar Dahnil.
(antara/kid)

7 hours ago
1















































