Harga Telur Turun, Peternak Menjerit saat Sentuh Rp20 Ribuan per Kg

12 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga telur ayam turun selama tiga bulan berturut-turut hingga menyentuh Rp20.600 per kilogram di tingkat peternak. Kondisi itu mendorong ratusan peternak yang tergabung dalam Peternak Rakyat Blitar Raya menggelar aksi di Blitar, Jawa Timur, untuk meminta perlindungan pemerintah.

Koordinator Peternak Rakyat Blitar Raya Suyanto mengatakan harga telur ayam di kandang saat ini hanya sekitar Rp20.600 per kilogram, jauh di bawah harga pokok produksi (HPP) yang mencapai Rp23 ribu per kilogram.

"Harga telur anjlok. Hari ini di kandang Rp20.600 per kilogram, sementara HPP di kami itu Rp23 ribu per kilogram. Padahal HAP (Harga Acuan Pembelian) sebesar Rp24.500 sampai Rp26.500 per kilogram," kata Suyanto, Senin (2/6), seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tekanan terhadap peternak tidak hanya datang dari anjloknya harga telur, tetapi juga kenaikan biaya produksi, terutama pakan ternak.

Ia menyebut harga pakan ayam kemasan 50 kilogram naik hingga Rp30 ribu per karung. Pakan yang sebelumnya dijual Rp370 ribu per karung kini naik menjadi Rp400 ribu, sedangkan pakan yang sebelumnya Rp400 ribu kini mencapai Rp430 ribu per karung.

Selain itu, harga jagung sebagai bahan baku utama pakan juga masih tinggi di kisaran Rp6.400-Rp6.500 per kilogram.

[Gambas:Youtube]

Kondisi tersebut membuat sebagian peternak terpaksa menjual aset pribadi demi mempertahankan usaha mereka.

Ia mengatakan para peternak saat ini hanya bisa bertahan dengan terpaksa menjual barang berharga di rumah untuk membeli pakan.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) menunjukkan harga telur ayam ras secara nasional memang cenderung melemah dalam sepekan terakhir. Harga rata-rata nasional tercatat Rp30.500 per kilogram pada 29 Mei 2026, kemudian turun menjadi Rp30.150 per kilogram pada 1 Juni 2026 sebelum kembali naik tipis ke Rp30.450 per kilogram pada 2 Juni 2026.

Meski demikian, harga di tingkat peternak masih jauh lebih rendah dibanding harga yang diterima konsumen.

Suyanto mengatakan peternak dari Blitar, Kediri, Tulungagung hingga Malang sengaja melakukan aksi bersama untuk mendesak pemerintah segera mengambil langkah menstabilkan harga telur dan pakan.

Selain itu, peternak juga mengaku khawatir dengan rencana masuknya investor asing di sektor peternakan ayam yang dikhawatirkan semakin menekan keberlangsungan usaha peternak rakyat.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengaku memahami keresahan peternak ayam petelur yang menghadapi tekanan dari dua sisi, yakni harga jual yang rendah dan biaya produksi yang terus meningkat.

"Informasi terakhir di kandang harga Rp21 ribu. Tentunya kalau semacam ini mereka akan terancam gulung tikar, apalagi harga bahan dasar pokok pakannya terus naik," ujar Rijanto.

Ia berjanji akan menyampaikan keluhan para peternak kepada pemerintah pusat agar peternak kecil mendapat perlindungan. Menurutnya, hal itu penting mengingat Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra telur nasional dengan produksi mencapai sekitar 450 ton per hari.

(lau/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi