Hensa Sebut Blunder Program Kerja Bisa Hapus Dosa Masa Lalu Pemimpin Terdahulu, Ujian Berat Integritas Prabowo

4 hours ago 1
Analis komunikasi politik Hendri Satrio

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan program-program pemerintahannya.

Menurut Hensa, sapaan akrabnya, blunder dalam program kerja bisa membuat Prabowo dinilai lebih buruk dari para pendahulunya di mata publik.

"Kalau Presiden Prabowo ingin dianggap sebagai presiden yang lebih baik dibandingkan presiden sebelumnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah minimalisasi blunder, bahkan zero blunder dalam melaksanakan program-programnya," ujar Hensa kepada wartawan.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menjelaskan, blunder dalam pelaksanaan program di era Prabowo secara tidak langsung akan "menghapus" ingatan publik atas kekurangan presiden-presiden sebelumnya.

Sebab, masyarakat Indonesia cenderung lebih mudah mengingat hal-hal negatif ketimbang pencapaian positif.

"Bila ada blunder dalam pelaksanaan program pemerintahannya, maka dosa-dosa presiden sebelumnya itu seperti terlupakan karena rakyat akan berfokus pada blunder presiden saat ini," katanya.

Ia mencontohkan polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG). Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu sempat menyoroti ketidaksinkronan antara wacana penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi penghematan BBM mulai April 2026 dengan program MBG yang tetap mengharuskan siswa datang ke sekolah untuk mengambil jatah makan.

Menurutnya, meski MBG memiliki niat baik, ketidaksinkronan dalam pelaksanaannya berpotensi menjadi blunder yang mudah diingat publik.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi