Ibu Kota Ukraina Diserbu Rudal, Setidaknya 5 Terluka

22 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan rudal balistik besar menghantam Kyiv, Ukraina, pada Minggu (24/5) pagi waktu setempat dan melukai setidaknya lima orang, menurut laporan pemerintah setempat.

Serangan tersebut terjadi setelah sebelumnya pihak Rusia memperingatkan akan membalas serangan yang terjadi di wilayah Ukraina Timur yang ia kuasai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AFP menyebut ledakan keras terdengar di ibu kota Ukraina itu dan menyebabkan sebuah bangunan tempat tinggal di dekat distrik pemerintahan bergetar, sementara puluhan orang berlindung di stasiun metro bawah tanah di pusat kota.

"Ibu kota telah diserang rudal balistik besar-besaran," tulis Tymur Tkachenko, kepala Administrasi Militer Kota Kyiv lewat Telegram.

Walikota Vitali Klitschko mengatakan lima orang terluka dan satu di antaranya dirawat di rumah sakit.

"Saat ini ada laporan setidaknya 4 lokasi yang terkena dampak serangan: distrik Shevchenkivsky, Dniprovsky, dan Podilsky. Kebakaran dan kerusakan pada bangunan tempat tinggal dilaporkan secara awal," kata Tkachenko.

"Serangan drone sedang berlangsung; ancaman rudal balistik tetap ada. Tetaplah di tempat perlindungan!"

Klitschko mengatakan tim medis dipanggil ke distrik Podilsky di barat laut Kyiv, tempat puing-puing berjatuhan di daerah non-perumahan. Serangan itu juga memicu kebakaran di dekat sebuah bangunan perumahan di Shevchenkivsky, tambahnya.

Pemerintah Ukraina dan Kedutaan Besar AS sebelumnya memperingatkan peluang serangan signifikan terhadap ibu kota Ukraina itu.

Peringatan tersebut hadir setelah Rusia mengatakan akan "menghukum" mereka yang bertanggung jawab atas serangan di sebagian wilayah Ukraina timur yang berada di bawah kendalinya.

Kyiv sebelumnya meluncurkan serangan drone di wilayah timur yang diduduki Rusia tersebut. Moskow menyebut serangan itu menghantam asrama mahasiswa dan menewaskan sedikitnya 18 orang.

Serangan Ukraina pada Kamis malam (21/5) hingga Jumat (22/5) tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir. Serangan itu juga melukai 42 orang di Starobilsk dan menjebak orang-orang di bawah reruntuhan.

Ukraina membantah menargetkan warga sipil, dan mengatakan telah mengenai unit drone Rusia yang ditempatkan di daerah Starobilsk.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi "hukuman yang tak terhindarkan dan berat".

(afp/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi