IHSG Longsor Nyaris 34 Persen Sejak Awal Tahun, Kini Terkapar di 5.700

13 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus tertekan sepanjang 2026. Pada Kamis (4/6) pukul 11.47 WIB, indeks saham kembali merosot 187,08 poin atau 3,15 persen ke level 5.753.

Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif pasar saham domestik sejak awal tahun. Berdasarkan data TradingView, IHSG anjlok sekitar 33,97 persen secara year to date (ytd) atau sejak awal 2026.

Tekanan juga masih terasa dalam jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, IHSG merosot sekitar 7,61 persen. Sementara dalam satu bulan terakhir pelemahannya mencapai 17,78 persen, dan dalam tiga bulan terakhir turun 25,58 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sentimen negatif juga tercermin dari dominasi saham yang bergerak di zona merah pada hari ini. Data RTI Business menunjukkan sebanyak 687 saham melemah, hanya 61 saham menguat, dan 59 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp12,38 triliun dengan volume perdagangan 22,24 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,34 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.141 triliun.

IHSG dibuka melemah 67,51 poin atau 1,14 persen ke level 5.873 pada perdagangan Kamis pagi.

Mengutip RTI Infokom, IHSG sempat bergerak di rentang 5.919 hingga 5.924 pada awal perdagangan. Sebanyak 314 saham melemah, 102 saham menguat, dan 217 saham stagnan.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan yang melanda pasar keuangan domestik. Pada hari yang sama, nilai tukar rupiah juga sempat menembus level psikologis Rp18 ribu per dolar AS.

Dengan koreksi hampir 34 persen sejak awal tahun dan pelemahan lebih dari 7 persen hanya dalam sepekan terakhir, analis memandang tekanan terhadap pasar saham Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana sebelumnya memperkirakan fase penurunan IHSG belum selesai, meski peluang penguatan jangka pendek masih terbuka.

"Kami memperkirakan posisi pergerakan IHSG cenderung menurun dengan cermati koreksi di 5.755-5.814 sementara penguatan berada di 5.958-5.984," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Ia memproyeksikan IHSG bergerak pada area support 5.899 dan 5.755 serta resistance 6.111 dan 6.286.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai indeks masih berada dalam tren turun dan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 5.673.

"IHSG terkonfirmasi melanjutkan tren turun yang diperkirakan bisa mencapai 5.673 sebagai target terdekat," ujar Ivan.

Menurut Ivan, peluang rebound baru akan terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas area tersebut.

[Gambas:Youtube]

(lau/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi