Iran saat Trump Ngebet Negosiasi: Kami Akan Segera Rayakan Kemenangan

8 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menyatakan negaranya sebentar lagi bakal merayakan kemenangan besar atas perang melawan Amerika Serikat

"Kami akan segera merayakan kemenangan kami, dan sanksi serta tekanan yang telah dikenakan terhadap bangsa Iran selama beberapa tahun terakhir akan dicabut seiring dengan kemenangan besar bangsa Iran," kata Aref, seperti dikutip Press TV, Kamis (7/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Aref disampaikan saat pembicaraan lanjutan soal perundingan mengakhiri perang antara Iran dan AS masih berjalan melalui Pakistan sebagai mediator.

Selain itu, Presiden Donald Trump terus mendesak Iran untuk segera kooperatif dalam pembicaraan. Ia bahkan optimistis mencapai kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat.

Dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih, Trump mengaku telah melakukan "pembicaraan yang sangat baik" dengan Iran dalam 24 jam terakhir.

"Sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan," kata Trump di Gedung Putih pada Rabu (6/5), seperti dikutip Al Jazeera.

Saat diwawancara oleh PBS, Trump juga pede bahwa kesepakatan dengan Iran dapat dicapai sebelum perjalanannya ke China pekan depan.

"Saya pikir ada peluang sangat bagus untuk ini berakhir, dan jika tidak, kami akan kembali membombardir mereka habis-habisan," ujarnya.

Namun, pasukan Iran dan AS kembali terlibat saling serang di Selat Hormuz pada Kamis (7/5). Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan kapal tanker minyak Teheran.

Sedangkan AS menyebut Iran meluncurkan sejumlah serangan "tak beralasan" terhadap tiga kapal perusak Washington.

Menurut Komandan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Iran telah menyerang pasukan AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata dimulai 8 April lalu. Meski begitu, tidak ada insiden yang meletuskan peperangan berarti.

Konfrontasi terbaru AS-Iran terjadi setelah militer AS pada Rabu (6/5) melumpuhkan sebuah kapal tanker berbendera Iran dengan menembakkan beberapa kali amunisi dari jet tempur ke kemudi kapal ketika kapal tersebut mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran.

Kapal berbendera Iran tersebut yakni M/T Hasna, yang saat itu berada di perairan internasional Teluk Oman. AS mengeklaim M/T Hasna melanggar blokade Washington.

AS memblokade jalur perairan dari dan ke pelabuhan Iran sebagai respons atas masih diblokadenya Selat Hormuz oleh Teheran. Iran menentang langkah tersebut dan beberapa kali melepas tembakan ke arah kapal-kapal AS.

(blq/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi