Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari

6 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama hari mulai Kamis (16/4).

Gencatan senjata Israel dan Lebanon berlaku mulai pukul 17.00 waktu setempat. Kesepakatan ini dicapai usai pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

"Kedua pemimpin ini telah sepakat, bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PM Netanyahu mengatakan gencatan senjata 10 hari dengan Lebanon ini memberikan kesempatan untuk "kesepakatan perdamaian bersejarah" dengan Beirut.

Namun, Netanyahu mengatakan bahwa Israel tetap mempertahankan dua syarat untuk gencatan senjata yakni pelucutan senjata Hizbullah dan perjanjian perdamaian abadi "berdasarkan kekuatan".

Selain itu Israel juga tetap mempertahankan "zona keamanan" sepanjang 10 kilometer, di sepanjang perbatasan di Lebanon selatan.

"Kita memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan perdamaian bersejarah dengan Lebanon," ujar Netanyahu dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Sementara itu PM Lebanon Nawaf Salam menyambut pengumuman tersebut. Dia menggambarkan gencatan senjata itu sebagai tuntutan utama Lebanon yang telah diperjuangkan sejak hari pertama perang.

Anggota parlemen Hizbullah, Ibrahim al-Moussawi, juga mengatakan kelompok itu akan menghormati gencatan senjata yang dimediasi oleh AS, jika serangan Israel terhadap Hizbullah berhenti sepenuhnya.

Serangan masih berlanjut

Sesaat sebelum gencatan senjata berlaku, dua orang mengalami luka-luka kena serangan antara militer Israel dan Hizbullah di perbatasan.

"IDF saat ini sedang menyerang peluncur roket yang digunakan organisasi teroris Hizbullah untuk meluncurkan roket ke Israel utara beberapa saat yang lalu," demikian pernyataan militer Israel.

Sementara itu Kantor Berita Nasional Lebanon mengatakan meski gencatan senjata resmi berlaku, artileri Israel terus menembaki kota Khiam dan Dibbine di Lebanon selatan.

Penembakan itu juga disebut disertai dengan operasi penyapuan, yang melibatkan tembakan senapan mesin di daerah tersebut.

Selain itu aktivitas intensif oleh pesawat pengintai Israel masih terjadi di atas wilayah Rashaya dan lereng barat Jabal al-Sheikh.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi