James Cameron Gerah 29 Tahun Rakit Jack dan Rose di Titanic Masih Jadi Perdebatan

9 hours ago 3

Jakarta -

Hampir tiga dekade sejak Titanic dirilis pada 1997, satu pertanyaan klasik masih terus menghantui James Cameron, apakah sebenarnya Jack bisa muat di rakit bersama Rose?

Jawaban sutradara legendaris itu kini terdengar semakin tegas, dan jujur saja seperti penuh rasa lelah.

James Cameron baru-baru ini tampil di podcast Awards Chatter milik The Hollywood Reporter pada Rabu (14/10).

Dalam obrolan tersebut, sutradara berusia 71 tahun itu membahas perjalanan kariernya yang panjang dan ikonis.


Namun, seperti yang sudah bisa ditebak, pembahasan akhirnya kembali ke satu topik yang tak pernah benar-benar mati: adegan akhir Titanic.

Saat pertanyaan tentang nasib Jack Dawson, karakter yang diperankan Leonardo DiCaprio, kembali muncul, Cameron tak lagi menahan kekesalannya.

"Jangan tanya saya soal rakit sialan itu, orang-orang!" ujar Cameron blak-blakan.

Perdebatan soal apakah Jack sebenarnya bisa selamat bersama Rose telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu diskusi pop culture paling awet sepanjang masa.

Meski terdengar kesal, Cameron menegaskan bahwa dirinya bukan tidak pernah memberikan jawaban.

Ia mengungkapkan bahwa tim produksi bahkan sempat melakukan eksperimen untuk menjawab rasa penasaran publik secara ilmiah.

"Kami bahkan sampai melakukan eksperimen untuk melihat apakah Jack bisa selamat, atau apakah mereka berdua bisa selamat. Tapi anehnya, orang-orang tetap tidak mendengar jawabannya ketika saya menjelaskannya," kata Cameron, yang memenangkan tiga Academy Awards lewat Titanic.

Menurut Cameron, secara teori memang ada kemungkinan kecil Jack bisa bertahan, tapi dengan syarat yang nyaris mustahil.

"Jika Jack entah bagaimana seorang ahli hipotermia dan mengetahui apa yang sekarang dipahami sains, bahkan sebelum tahun 1912, mungkin saja, itu pun dengan keberuntungan yang luar biasa," ungkapnya.

Namun, Cameron langsung mematahkan harapan tersebut dengan penjelasan yang lebih realistis.

"Jawabannya tetap tidak. Tidak mungkin. Syarat-syaratnya tidak terpenuhi, dan dia tidak mungkin tahu hal-hal itu," jelasnya.

Pernyataan ini kembali menegaskan komitmen Cameron terhadap logika, detail, dan keakuratan ilmiah, sesuatu yang memang sudah menjadi ciri khas film-filmnya.

Mulai dari The Terminator, Aliens, The Abyss, hingga Avatar, Cameron dikenal sebagai sutradara yang obsesif pada detail, bahkan untuk adegan yang hanya berdurasi beberapa menit.

Tak heran jika dedikasi tersebut berbanding lurus dengan pencapaiannya. James Cameron saat ini tercatat sebagai satu-satunya sutradara yang memiliki empat film dengan pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS.

Selain Titanic, tiga film Avatar juga mencetak kesuksesan serupa. Avatar (2009) dan Avatar: The Way of Water (2022) bahkan menembus angka US$2 miliar atau Rp33, triliun.

Singkatnya, soal rakit di Titanic mungkin tidak akan pernah benar-benar berhenti diperdebatkan. Namun, bagi James Cameron, jawabannya sudah lama jelas.

Sekarang, ia hanya berharap satu hal yakni publik bisa move on atau setidaknya berhenti menanyakan hal yang sama.

(ikh/and)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi