Komisaris Pertamina Apresiasi Sukses Program DEB Uma Palak Lestari

14 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang bersama Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono melakukan kunjungan ke lokasi Program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara Bali pada Sabtu (30/5). DEB merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mendorong kemandirian masyarakat melalui integrasi pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, dan jajaran manajemen Pertamina, jajaran Komisaris meninjau berbagai fasilitas program, hingga melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.

Komisaris Pertamina, Nanik S. Deyang menilai bahwa program TJSL di DEB Uma Palak Lestari sebagai binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Regional Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara) merupakan contoh pemberdayaan yang berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, energi mandiri, dan pengembangan wisata berbasis masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nanik, program DEB telah memberikan dampak nyata untuk masyarakat.

"Di tahun 2023 para petani ini gagal panen, namun setelah dibantu Pertamina panen dan penghasilan mereka bisa naik hingga dua kali lipat," ujar Nanik.

Ia berharap, program tersebut dapat direplikasi di berbagai wilayah operasi Pertamina lainnya.

"Semoga hal ini bisa diterapkan juga di berbagai area Pertamina lainnya, karena menjangkau petani, pengusaha kecil, pelaku usaha wisata dan lainnya," katanya.

Senada, Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono mengingatkan bahwa program TJSL harus mampu menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

"Pertamina berupaya memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat, sehingga diharapkan upaya ini membuat mereka bisa semakin merasakan manfaat hadirnya perusahaan. Melalui manfaat yang dirasakan secara nyata, semoga bisa membuat mereka memiliki rasa untuk semakin menjaga kehadiran Pertamina, sebagai perusahaan negara dan objek vital nasional," tutur Condro.

Sebelumnya, masyarakat setempat dihadapkan pada keterbatasan pasokan air untuk pertanian, terutama saat musim kemarau panjang yang menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani. Program DEB menjawab kondisi itu melalui pengembangan pertanian pangan berkelanjutan yang didukung pemanfaatan energi baru terbarukan, sekaligus pengembangan kawasan ekowisata dan eduwisata.

Pada sektor pertanian, Pertamina menghadirkan sistem pengairan dengan pembangkit yang memanfaatkan Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro dengan kapasitas 21 kWp. Pemanfaatan energi bersih ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun.

Sistem itu telah mengairi lahan pertanian seluas 103 hektare yang dilengkapi teknologi pengairan digital serta penggunaan alat pertanian elektrik, seperti traktor dan mesin penggiling padi. Selain itu, Pertamina juga membangun fasilitas Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, serta memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.

Program ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 408 penerima, termasuk 24 petani perempuan. Dampak ekonomi yang dihasilkan antara lain penghematan biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun serta peningkatan produktivitas padi dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare.

Sementara itu, lahan seluas 5 hektare dikembangkan menjadi area budidaya padi organik varietas Mentik Susu dengan omzet mencapai Rp476 juta per tahun.

Program DEB juga mengembangkan kawasan ekowisata dan eduwisata melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground yang mampu menarik sekitar 72 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap tahun, pendapatan masyarakat tercatat mencapai Rp64 juta.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina yang telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan kelompok tani setempat.

"Sejak kehadiran program TJSL Pertamina di tahun 2021 hingga 2026, melalui berbagai pembinaan dan fasilitas yang diberikan,ternyata mampu semakin meningkatkan hasil pertanian dan juga meningkatan kesejahteraan ekonomi para anggota kelompok tani juga masyarakat. Saya ucapkan terimakasih kepada Pertamina," pungkas I Wayan Sukadana.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi