Jakarta, CNN Indonesia --
Korea Utara kembali melakukan uji coba peluncuran beberapa rudal balistik pada Minggu (19/4) pagi. Uji coba ini menambah daftar panjang serangkaian uji coba senjata yang dilakukan negara tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
"Militer kami mendeteksi beberapa rudal balistik tak dikenal yang ditembakkan ke Laut Timur dari daerah Sinpo di Korea Utara sekitar pukul 06.10 (04.10 WIB)," kata Kepala Staf Gabungan (Joint Chiefs of Staff/JCS), lembaga militer tertinggi Korea Selatan, dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi penembakan rudal balistik yang dimaksud, yakni merujuk pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Pihak militer Korea Selatan langsung meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan menghadapi kemungkinan adanya peluncuran tambahan di masa mendatang.
Korea Utara memang sedang intens menguji berbagai sistem persenjataan, termasuk rudal balistik dan amunisi klaster pada sepanjang bulan April ini.
Pada awal April, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bahkan secara langsung mengawasi uji coba rudal jelajah strategis yang diluncurkan dari kapal perang angkatan laut negara itu.
Foto-foto resmi memperlihatkan Kim Jong Un didampingi pejabat militer saat menyaksikan peluncuran tersebut.
Para analis menilai, peluncuran rudal ini merupakan bentuk penolakan tegas dari Pyongyang terhadap upaya Seoul memperbaiki hubungan yang selama ini tegang.
Salah satu upaya tersebut, yakni pernyataan penyesalan Seoul atas insiden drone sipil yang masuk ke wilayah Korea Utara pada Januari lalu.
Berdasarkan catatan The Chosun Daily, sebelumnya Korea Utara juga meluncurkan rudal balistik dua kali, pada pagi dan siang hari menuju Laut Timur. Hal ini terjadi pada tanggal 7 dan 8 April lalu.
Namun kemudian dilaporkan penerbangan tersebut gagal karena lintasan menghilang di awal penerbangan, menunjukkan tanda-tanda abnormal.
Korea Utara juga meluncurkan rudal balistik pada tanggal 4 Januari, 27 Januari, dan 14 Maret pada tahun ini.
Militer Korea Selatan menyatakan, pihaknya memperkuat pengawasan dan kewaspadaan untuk menghadapi peluncuran rudal balistik tambahan.
"Kami mempertahankan kesiapan penuh dengan berbagi informasi terkait rudal balistik Korea Utara secara erat dengan AS dan Jepang," JCS menyatakan.
(rti)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
4












































