FAJAR.CO.ID - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, memberikan sorotan tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memiliki tata kelola yang perlu dipertanyakan meski niat dasarnya sangat baik.
Program MBG dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dalam hal pemenuhan gizi, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Namun, Mahfud MD menegaskan bahwa sejumlah masalah muncul dalam pelaksanaannya, mulai dari kualitas makanan hingga indikasi potensi penyimpangan yang sempat ramai diperbincangkan publik.
Kritik Tata Kelola dan Kualitas Makanan
"Program MBG ini program yang sangat bagus. Bagus karena memberi makan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Mahfud MD saat menyampaikan kritiknya melalui unggahan di Channel YouTube pribadinya, Selasa (17/3).
"Tetapi yang perlu dipertanyakan adalah tata kelolanya," jelasnya, menyoroti adanya celah dalam manajemen program yang berpotensi mengurangi efektivitas dan kepercayaan masyarakat.
Fenomena Bahan Makanan Mentah dan Perlunya Penjelasan Terbuka
Lebih lanjut, Mahfud menanggapi isu pengiriman bahan makanan mentah selama bulan suci Ramadhan, yang menjadi sorotan utama. Ia mengungkapkan adanya laporan dari Pamekasan mengenai pengiriman lele hidup ke sekolah-sekolah tanpa fasilitas penyimpanan seperti lemari pendingin yang memadai untuk menjaga kualitas bahan tersebut selama tiga hari ke depan.
"Ketika laporan seperti ini muncul, mestinya ada penjelasan kepada masyarakat, di mana masalahnya dan bagaimana penyelesaiannya," terangnya. Menurut Mahfud, transparansi dan komunikasi terbuka kepada publik sangat penting untuk mengatasi kekhawatiran dan memastikan solusi yang tepat diterapkan.


















































