Menlu Sugiono Jawab Kritikan soal Prabowo Sering ke Luar Negeri

14 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menjawab kritikan dari publik soal Presiden RI Prabowo Subianto yang terlalu sering berkunjung ke luar negeri.

Kritikan itu juga sempat disampaikan diplomat senior sekaligus Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal.

Sugiono mengatakan rangkaian kunjungan internasional Presiden Prabowo Subianto selama 1,5 tahun terakhir adalah dalam rangka bergaul dengan dunia dan membawa pulang manfaat nyata bagi masyarakat RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara konstitusional, tersurat bahwa Indonesia merupakan bagian dari pergaulan internasional, bagian dari masyarakat dunia. Hal ini menuntut suatu kehadiran di dunia internasional," kata Sugiono usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Madagaskar Alice N'Diaye di kompleks Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.

Sugiono menilai lawatan internasional adalah upaya Indonesia menggaet semua negara menjadi kawan baik, sebagaimana ungkapan Prabowo bahwa "seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak."

Dengan semangat dalam menjalankan prinsip tersebut, Sugiono melanjutkan, Presiden Prabowo merasa Indonesia harus hadir di banyak tempat agar bisa bergaul dan berkawan dengan semua mitra di tingkat internasional.

Sugiono menegaskan bahwa semua kunjungan kenegaraan Presiden RI direncanakan dengan baik dan telah melalui tahap diskusi diplomatik yang matang, termasuk pemberian masukan oleh Kemlu RI.

"Indonesia adalah bangsa yang ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia, sehingga secara proaktif menawarkan dirinya untuk jadi jembatan," demikian Sugiono menjelaskan.

Sugiono kemudian menyambut kritik Dino yang merupakan pendiri komunitas Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sebagai sebuah masukan.

"Semua saran, semua kritik dalam langkah perbaikan itu bagus, baik, tentu saja harus konstruktif," kata dia.

Namun, ia mengingatkan bahwa semua kritikan serta masukan harus berlandaskan pada fakta dan data yang akurat. Terkait masukan soal mengoptimalkan interaksi daring, Sugiono mengatakan bahwa pertemuan langsung dengan mitra internasionalnya justru dapat semakin memfasilitasi dialog.

"Jika bertemu langsung, kita bisa melihat bahasa tubuh serta ada kedekatan personal. Dari situ kita bisa berbicara mengenai hal yang lebih banyak," kata dia.

Kritikan dari Dino

Dino sebelumnya menilai pola perjalanan luar negeri Prabowo telah memunculkan perhatian publik. Sehingga ia menyampaikan sejumlah masukan, mulai dari pengurangan lawatan hingga pemanfaatan diplomasi virtual.

"Bapak Presiden telah menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada saya yang berarti Bapak mempercayai kredibilitas dan pandangan saya mengenai politik luar negeri. Karena itu, saya juga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan pesan apa adanya," kata Dino dalam video tersebut, Sabtu (30/5).

Dino mengimbau Prabowo agar secara signifikan mengurangi frekuensi kunjungan luar negeri dan tidak menganggap remeh suara publik terkait hal tersebut.

"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri. Semenjak menjabat menjadi presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri dan tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran," ujarnya.

Dino mengaku sulit membayangkan Prabowo terus melakukan perjalanan luar negeri dengan intensitas setinggi sekarang selama 18 bulan ke depan.

Ia juga menyoroti besarnya biaya yang harus dikeluarkan negara dalam setiap kunjungan kepala negara ke luar negeri. Menurutnya, biaya tersebut mencakup tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokol, pengamanan hingga uang harian delegasi.

"Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar," katanya.

Dino menyarankan Prabowo lebih mengandalkan video call, telepon, atau pertemuan virtual untuk menjaga komunikasi dengan para pemimpin dunia.

(antara/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi