Netanyahu Gertak Trump soal Iran sampai Malaysia Lapor Israel ke ICJ

3 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggertak balik Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menegaskan bahwa Israel berhak menyerang balik ancaman dari negara musuh.

Hal ini diutarakan Netanyahu saat Trump disebut-sebut "menendang" Israel dari proses negosiasi damai AS dengan Iran.

Sementara itu Malaysia menyatakan siap membawa Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ), atas tindakan brutal Zionis terhadap para relawan armada Global Sumud Flotilla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Selasa (26/5).

Netanyahu Gertak Balik usai 'Ditendang' Trump, Lanjut Lawan Ancaman

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel bebas menyerang negara musuh, termasuk Iran dan Lebanon. Hal ini disampaikan Netanyahu dalam percakapan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Netanyahu melakukan panggilan telepon dengan Trump pada Minggu (24/5) di tengah upaya negosiasi AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.

"Dalam percakapan tadi malam dengan Presiden Trump, Perdana Menteri menekankan bahwa Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman di semua arena, termasuk Lebanon, dan Presiden Trump menegaskan kembali dan mendukung prinsip ini," kata sumber politik Israel, dikutip Reuters

Sebelumnya, Netanyahu dikabarkan 'ditendang' Trump dari pembicaraan damai dengan Iran.

Sejumlah pejabat pertahanan Israel mengatakan sikap Trump kepada Netanyahu itu berubah dari sebelumnya rekan diskusi menjadi hanya "seorang penumpang" setelah serangan gabungan AS-Israel gagal menghancurkan Republik Islam Iran.

Negara Ini Demo Gulingkan Presiden, 190 Ribu Orang Turun ke Jalan

Negara di wilayah Balkan ini diguncang oleh demonstrasi besar-besaran menggulingkan presiden dengan meminta pemilihan presiden dipercepat.

Total sekitar 190 ribu orang turun ke jalan di Beograd, Serbia, menuntut segera digelar pilpres untuk mengganti pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic.

Serbia sejatinya menggelar pilpres pada 1 Mei 2027. Namun, para pedemo meminta pilpres segera dimajukan untuk menggantikan pemerintahan saat ini.

Aksi demonstrasi terjadi dipicu oleh insiden robohnya kanopi stasiun kereta di Kota Novi Sad pada November 2024. Insiden tersebut menewaskan 16 orang.

Publik langsung marah meminta investigasi atas kejadian tersebut dan menilai pemerintah tidak becus dalam mengelola fasilitas publik.

Negara Tetangga RI Ini Berani Gugat Israel soal Penyiksaan Aktivis GSF

Malaysia siap membawa Israel ke International Court of Justice (ICJ) terkait dugaan penculikan dan penyiksaan terhadap para aktivis relawan dari armada kapal Global Sumud Flotilla(GSF) yang menuju Jalur Gaza Palestina.

Kepala Menteri negara bagian Selangor, Malaysia, Amirudin Shari, mengatakan Kuala Lumpur akan memulai proses hukum segera setelah para pengacara menyelesaikan pengumpulan informasi dan bukti pendukung.

"Kami tidak akan tinggal diam, kami tidak akan berhenti. Sementara tim hukum mengumpulkan seluruh dokumentasi terkait pelanggaran hukum internasional, mereka (para peserta flotilla) telah diculik lebih dari satu kali, mereka juga disiksa," ujar Amirudin saat berbicara dalam acara penyambutan kepulangan Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Senin (25/5).

"Kami akan membawa kasus ini ke pengadilan internasional, kami akan terus memberikan tekanan diplomatik, dan kami juga akan berkeliling Malaysia," lanjutnya.

(tim)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi