Pernyataan Keras Rusia: AS Hanya Peduli Kesejahteraan Mereka Sendiri

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia memberikan pernyataan keras soal Amerika Serikat, terutama soal tujuan utama invasi AS ke Venezuela dan Iran.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan AS tidak bisa berkilah lagi bahwa intervensi militer ke Venezuela dan Iran semata-mata karena minyak.

"Amerika Serikat secara resmi menyatakan bahwa tidak ada yang dapat mendikte mereka. Mereka hanya peduli pada kesejahteraan mereka sendiri," kata Lavrov kepada Televisi Publik Rusia seperti dilansir dari Aljazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lavrov menambahkan saat ini AS mau mempertahankan kesejahteraan mereka bagaimanapun caranya. Tak peduli apakah dengan cara penculikan atau pembunuhan pemimpin negara lain, terutama yang sumber daya alamnya dibutuhkan AS.

"Venezuela, Iran,  orang Amerika tidak menyembunyikan bahwa itu adalah minyak. Mereka memiliki doktrin dominasi di pasar energi dunia," kata Lavrov.

Dengan apa yang dilakukan Trump dan AS itu, Lavrov  menyatakan bahwa ini sudah tidak ada lagi hukum internasional yang tersisa. Sebaliknya setiap keputusan dilatarbelakangi konsep bahwa "kekuatan adalah kebenaran".

Baik Venezuela maupun Iran adalah negara dengan cadangan minyak terbesar pertama dan kedua di dunia. Di posisi kedua adalah Arab Saudi yang merupakan sekutu AS.

Banner Microsite Haji 2026

Trump sebelumnya memang menyinggung soal ingin mengambil minyak Iran dan ingin mengusai Pulau Kharg yang merupakan pusat ekspor minyak Iran. 

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times pada Minggu (30/3), Trump mengungkap kecenderungannya dalam merebut minyak Teheran saat mempertimbangkan apakah akan merebut pusat ekspor minyak Iran, Pulau Kharg.

Trump lantas menyamakan langkah potensial itu dengan ambisi AS untuk menguasai industri minyak Venezuela setelah menculik dan mendongkel Presiden Nicolas Maduro pada Januari lalu.

"Sejujurnya, hal yang paling saya sukai adalah mengambil minyak Iran, tetapi ada beberapa orang bodoh di AS yang berkata, 'mengapa Anda melakukan itu?' Tapi mereka orang bodoh," kata Trump, 30 Maret 2026 lalu.

Sementara di Venezuela, Trump lebih terang-terangan menyatakan hal ini.

"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak," ujar Trumo dalam konferensi pers di kediamannya Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip dari CNBC Januari lalu.

(sur/tim/sur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi