Seberapa Besar Dampak El Nino Godzilla dan IOD Positif di Indonesia

3 hours ago 1
Ilustrasi El Nino Godzilla - BRIN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Peringatan mulai dikeluarkan soal potensi kemunculan El Nino kuat atau yang dijuluki "Godzilla" di Indonesia

Dampaknya terkhusus untuk Indonesia bisa lebih ganas dalam hal iklim dan cuaca panas untuk beberapa bulan ke depan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi potensi terjadinya 'Godzilla' El Nino di Indonesia disertai dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif

Dalam prediksi BRIN itu disebut fenomena ini akan terjadi untuk beberapa waktu bulan ke depannya.

Kombinasi fenomena ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering.

"'Godzilla' El Niño + IOD Positif, kedengarannya keren, tapi dampaknya enggak main-main. Kemarau bisa jadi lebih panjang, lebih kering, dan hujan makin jarang turun di Indonesia. Awan pun lebih banyak 'nongkrong' di Pasifik sedangkan kita kebagian panasnya aja," tulis BRIN di Instagramnya

Apa Itu El Nino?

Jika dibeda secara definisi El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator.

Fenomena ini berdampak pada musim kemarau di Indonesia yang lebih panjang dan kering.

Sementara untuk nama dan sebut Godzilla di belakangnya merupakan bentuk atau penggambaran seberasap besar dampak dari El Nino itu.

BRIN menyebut beberapa model global memprediksi El Nino mulai terjadi pada April 2026 dan diperkuat oleh fenomena IOD positif

"Pembentukan awan dan hujan terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik. Sebaliknya, wilayah Indonesia mengalami minim awan dan hujan," tutur BRIN.

Apa Itu IOD Positif?

Sementara itu untuk fenomena IOD positif di Samudra Hindia diindikasikan dengan pendinginan suhu permukaan laut di dekat Sumatra dan Jawa, sehingga menyebabkan wilayah di Indonesia mengalami pengurangan hujan yang signifikan.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi