
FAJAR.CO.ID -- Motif penculikan dan pembuhuhan kepala cabang pembantu bank BUMN, Mohamad Ilham Pradipta akhirnya terungkap. Pelaku diduga ingin memanfaatkan korban Ilham Pradipta yang mengetahui adanya kasus fraud atau kecurangan di dalam manajemen perbankan.
Penyidik Polda Metro Jaya hingga saat ini menetapkan 15 orang sebagai tersangka. Salah satunya dikenal sebagai seorang motivator dan pengusaha platform digital yang diketahui bernama Dwi Hartono.
Pelaku Dwi Hartono yang juga dikenal sebagai Crazy Rich Jambi memiliki bisnis bimbingan belajar online. Dia diduga sebagai aktor intelektual alias dalang penculikan dan pembunuhan bankir bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.
Polisi telah melakukan investigasi mendalam terkait kasus penculikan dan pembunuhan bankir bank BUMN dengan memeriksa 15 tersangka.
Seperti dilansir dari TEMPO, motif penculikan sekaligus pembunuhan diduga adanya fraud atau kecurangan keuangan yang diketahui oleh korban. Pelaku kemudian berniat memanfaatkan korban Mohamada Ilham Pradipta yang mengetahui kasus fraud itu.
Sebelum nekat menghabisi nyawa korban, pelaku awalnya hanya berencana mengancam korban agar mau bekerja sama. Akan tetapi, ancaman demi ancaman tidak membuat korban mengikuti keinginan pelaku hingga berujung pada penculikan dan penghilangan nyawa korban.
Pihak kepolisian masih menyelidiki lebih dalam untuk memastikan motif penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta.
Polisi telah menetapkan 15 tersangka kasus penculikan yang berakhir dengan pembunuhan terhadap Mohamad Ilham Pradipta (37). Para tersangka memiliki peran yang terbagi ke dalam empat kluster.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: