3 Hikmah Mudik dalam Islam, Tak Hanya Sekadar Pulang Kampung

3 days ago 6

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang akhir Ramadan, masyarakat mulai disibukkan dengan persiapan mudik ke kampung halaman. Segala perhatian difokuskan untuk menyiapkan bekal dan keperluan perjalanan.

Tradisi mudik ini menjadi momen yang penuh makna, di mana banyak hikmah dapat dipetik dari perjalanan yang dilakukan.

Dalam Islam, safar (perjalanan) bukan sekadar perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga sarana untuk merenungi kebesaran Allah SWT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jangan sampai perjalanan kita hanya meninggalkan rasa lelah dan penat, namun hendaknya membawa hikmah dan pelajaran yang bermanfaat dalam kehidupan.

Ustaz Hilamn Fauzi mengatakan ada tiga hikmah dari safar yang bisa disyukuri selama perjalanan mudik, yakni tazakur, tasyakur, dan tasobur.

1. Tazakur - Mengingat Allah SWT

Perjalanan adalah kesempatan untuk semakin mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam safar, kita menyaksikan berbagai tanda kebesaran-Nya melalui pemandangan alam dan berbagai pengalaman yang kita lalui. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengawali perjalanan dengan doa.

"Barang siapa yang keluar dari rumah dengan menyebut nama Allah, maka dia akan mendapatkan tiga hal, mendapatkan perlindungan dari Allah, mendapatkan keberkahan dalam perjalanan dan keselamatan hingga sampai tujuan," kata Ustaz Hilman dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan CNN Indonesia.


Oleh karena itu, perjalanan hendaknya diiringi dengan dzikir dan doa agar senantiasa dalam lindungan-Nya. Jangan sampai perjalanan kita disibukkan dengan hal-hal yang melalaikan dari mengingat Allah.

2. Tasyakur - Bersyukur atas Nikmat Allah

Mudik adalah anugerah yang patut disyukuri. Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk pulang dan bertemu keluarga. Oleh karena itu, perjalanan ini hendaknya diiringi dengan rasa syukur.

"Bersyukur karena masih diberikan rezeki untuk pulang, bersyukur karena masih diberikan kesehatan untuk bertemu keluarga, dan bersyukur karena bisa berbagi kebahagiaan dengan sanak saudara," kata Hilman.

Ekspresi rasa syukur ini bisa dilakukan dengan memperbanyak zikir dan mengucapkan Alhamdulillah dalam setiap keadaan, termasuk ketika menghadapi tantangan seperti macet atau keterlambatan perjalanan.

3. Tasobur - Melatih Kesabaran

Safar juga mengajarkan kesabaran. Dalam perjalanan, kita akan menghadapi berbagai ujian seperti antrean panjang, kemacetan, atau kendala teknis lainnya. Oleh karena itu, perjalanan menjadi momen untuk melatih kesabaran dan melihat sejauh mana kualitas diri kita.

"Kalau kita ingin melihat kualitas seseorang, lihat di dua waktu. Satu, lihat ketika safar. Dua, lihat ketika dia dihadapkan urusan uang, urusan materi. Kalau kita ingin melihat seperti apa jati diri seseorang, karakter seseorang, lihat waktu safar. Egoiskah dia? Mau menang sendirikah dia? Atau seperti apa? Menghargaikah dia? Lihat ketika safar. Makanya orang kelihatan aslinya ketika safar," ungkapnya.

"Harus sabar dalam safar. Mengantre, jangan menyerobot, jangan ambil hak orang. Pastikan hadirnya kita memberikan keamanan bagi orang. Memberikan keselamatan bagi orang. Di perjalanan, benar-benar kita pastikan, jangan sampai kita melalaikan daripada perintah Allah SWT," tutupnya.

[Gambas:Video CNN]

(isn/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi