Jakarta, CNN Indonesia --
Salat Witir adalah salah satu salat sunah yang dianjurkan dalam Islam dan biasanya dilakukan setelah Salat Isya, Salat Tahajud maupun Salat Tarawih di bulan Ramadan sebagai penutup rangkaian ibadah malam.
Salat ini dikerjakan dalam jumlah rakaat ganjil, seperti satu, tiga, lima, atau lebih, dengan jumlah maksimal sebelas rakaat.
Dikutip NU Online, landasan anjuran Salat Witir adalah sabda Rasulullah saw berikut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
اِجْعَلُوْا اٰخِرَ صَلَاتِكُمْ مِنَ الَّليْلِ وِتْراً
Artinya, "Jadikanlah akhir Salat kalian semua di malam hari dengan dengan Salat Witir" (HR Bukhari)
Hadis di atas menjelaskan bahwa hendaknya umat Muslim menutup salatnya dengan Salat Witir. Artinya, Salat Witir dilakukan sebagai penutup dari salat-salat yang dilakukan umat Muslim dalam satu hari.
Niat Salat Witir 3 rakaat
Jika seseorang ingin melaksanakan Salat Witir sebanyak tiga rakaat sekaligus tanpa salam di rakaat kedua, maka niatnya sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةً الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ لِلهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Aku niat salat sunah Witir tiga rakaat karena Allah Ta'ala."
Namun, jika ingin melaksanakan Salat Witir dengan dua rakaat terlebih dahulu, kemudian satu rakaat terpisah, maka niatnya berbeda untuk setiap bagian:
1. Dua rakaat pertama:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatal minal witri rak'ataini lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Aku niat salat sunah Witir dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Untuk imam/makmum ditambahkan "imaaman/makmuuman"
2. Satu rakaat terakhir:
أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
"Ushalli sunnatal minal witri rak'atan lillâhi ta'âlâ."
Artinya: "Aku niat salat sunah Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata sara Salat Witir 3 rakaat
Salat Witir dapat dikerjakan dengan dua cara:
1. Dilaksanakan secara langsung tiga rakaat dengan satu salam.
- Rakaat pertama: Membaca surah Al-Fatihah, diikuti dengan surah lain, misalnya surah Al-A'la.
- Rakaat kedua: Membaca surah Al-Fatihah, diikuti dengan surah lain, misalnya surah Al-Kafirun.
- Rakaat ketiga: Membaca surah Al-Fatihah, diikuti dengan surah lain, misalnya surah Al-Ikhlas.
- Setelah ruku dan iktidal di rakaat ketiga, sebelum sujud, disunahkan membaca Doa Qunut.
2. Dilaksanakan dengan dua rakaat terlebih dahulu, lalu satu rakaat tersendiri.
- Setelah menyelesaikan dua rakaat pertama dengan salam, kemudian salat satu rakaat lagi secara terpisah.
(isn/isn)